Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti. [Antara]
  • Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan cadangan devisa berpotensi menembus Rp2.606 triliun dalam rapat dengan DPD pada Selasa (15/9/2026).
  • Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,4 bulan impor untuk menopang kebutuhan pembayaran serta memperkuat ketahanan sektor eksternal.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga secara bertahap sebesar 100 basis poin pada Juli untuk mendorong aliran dana masuk ke dalam negeri.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan cadangan devisa akan terus meningkat. Adapun, posisi cadangan devisa tersebut memberikan ruang yang cukup kuat bagi Indonesia dalam menopang kebutuhan pembayaran impor.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa kondisi sektor eksternal Indonesia masih terjaga solid.

Salah satu indikatornya terlihat dari posisi cadangan devisa yang bakal terus meningkat atau tembus 147,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.606 triliun.

Ada tambahan Rp18 triliun yang sebelumnya cadangan devisa tembus 146,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.588 triliun jika kurs rupiah ada dikisaran Rp17.670 per dolar AS.

“Cadangan devisa kami berada di level 146,5 miliar dolar. Nanti kalau ada tambahan lagi dana dari keuangan jadi naik lagi, jadi 147,5 miliar dolar AS,” kata Destry dalam rapat dengan DPD dikutip, Selasa (15/9/2026).

Dia menjelaskan, jika dihitung berdasarkan kebutuhan impor, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan 5,4 bulan impor. Angka tersebut berada di atas ukuran yang biasa digunakan dalam melihat kecukupan cadangan devisa.

Bank Indonesia laporkan cadangan devisa meningkat. [Ist]

“Kalau hitungan cadangan devisa itu biasa kita pakai bulan impor, result-nya ada tiga bulan impor, kita di 5,4 bulan impor,” ujarnya.

Destry menambahkan, apabila terdapat tambahan dana dari Kementerian Keuangan, posisi cadangan devisa Indonesia berpotensi kembali meningkat dan berada di atas level tersebut.

“Insyaallah kalau ada tambahan lagi dari Pak Menteri Keuangan kita bisa di atas itu,” ucapnya.

Selain menjaga ketahanan sektor eksternal, Bank Indonesia juga terus mendorong masuknya aliran dana atau inflow ke dalam negeri. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah melalui penyesuaian suku bunga pada Juli.

Destry mengatakan, sepanjang Juli, Bank Indonesia melakukan kenaikan suku bunga secara bertahap dengan total mencapai 100 basis poin.

“Waktu bulan Juli kami menaikkan suku bunga itu hingga sepanjang Juli, itu ada 100 basis point. Jadi pertama 50 basis point, kemudian off cycle, jadi di luar RBG bulanan kami menaikkan 25 basis point, dan terakhir RBG bulanan Juli kita menaikkan 25 basis point lagi,” jelasnya.

Dengan demikian, total kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia sepanjang Juli mencapai 100 basis poin. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah bank sentral dalam mendorong inflow sekaligus menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia.

“Jadi hampir overall di bulan Juli itu kita naik 100 basis point,” tegasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com