- Nilai tukar rupiah menguat 0,33 persen ke level Rp17.888 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026.
- Penguatan rupiah dipicu meredanya kekhawatiran investor terkait defisit APBN Indonesia yang tetap terjaga di bawah tiga persen.
- Rupiah menjadi mata uang terkuat di Asia dan berpotensi kembali menguat menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah perkasa hingga akhir perdagangan, Selasa, 21 Juli 2026. Bahkan, Mata uang Garuda ini paling kuat diantara mata uang Asia lainnya.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.888 per dolar AS atau menguat menguat 60 poin atau 0,33 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.948 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, sentimen dalam negeri jadi penopang pergerakan rupiah hari ini. Salah satunya, meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal, terutama defisit APBN.
"Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia setelah pemerintah melaporkan defisit APBN sebesar 0,76 perse dari PDB hingga Juni serta mempertahankan proyeksi defisit APBN 2026 di bawah batas 3 persen dari PDB," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman memproyeksikan penguatan rupiah masih akan berlanjut. Apalagi, penetapan suku bunga yang akan segera diumumkan oleh Bank Indonesia.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat, dengan investor mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 bps dalam Rapat Dewan Gubernur BI besok," jelasnya.
Sementara itu mayoritas mata uang Asia menguat. Di mana, rupee India berada satu level di bawah rupiah setelah menanjak 0,22 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura terkerek 0,09 persen dan ringgit Malaysia terangkat 0,08 persen. Lalu, yuan China tipis naik 0,03 persen.
Sedangkan, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,28 persen. Diikuti, peso Filipina yang ditutup tergelincir 0,09 persen.
Baca Juga: Rupiah Diramalkan Mulai Stabil, Bertahan di bawah Rp18.000 per Dolar AS
Lalu, won Korea Selatan tertekan 0,09% dan yen Jepang terdepresiasi 0,06 persen. Disusul, dolar Hong Kong turun 0,01 persen terhadap the greenback. Kemudian, baht Thailand terlihat melemah tipis pada perdagangan sore ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat
-
Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai
-
Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet
-
Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan
-
Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia
-
Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya