- Analis memprediksi nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS pada triwulan ketiga tahun ini.
- Bank Indonesia berupaya memperkuat rupiah melalui kenaikan suku bunga acuan serta kebijakan intervensi pasar untuk menekan aktivitas spekulasi.
- Pemerintah perlu mewaspadai risiko pelemahan rupiah akibat kenaikan harga minyak dunia serta potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah diramalkan mulai stabil dan akan bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS pada triwulan III ini, demikian dikatakan sejumlah analis seperti dilansir dari Bloomberg awal pekan ini.
Para analis dari Credit Agricole CIB, sebuah bank raksasa Eropa, mengatakan Bank Indonesia akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah dengan kembali menaikkan suku bunga acuan serta melakukan intervensi di pasar. Mereka meramalkan kurs rupiah akan stabil di kisaran 17.850 per dolar AS.
Sementara Bank Julius Baer asal Swiss yakin rupiah akan semakin menguat hingga mencapai Rp17.800 per dolar AS pada Kuartal III ini.
"Rupiah akan semakin stabil di Kuartal III berkat penaikkan suku bunga oleh BI dan pengetatan kebijakan untuk menekan aktivitas spekulan," kata Jeffrey Zhang, analis dari Credit Agricole.
"Kami yakin BI akan tetap hawkish di paruh kedua tahun ini untuk menjaga agar aset-aset rupiah tetap menarik bagi investor," imbuh Zhang.
Tanda-tanda penguatan rupiah disebut sudah terlihat. Nilai tukar mata uang garuda menguat sekitar 1,3 persen sejak merosot ke rekor terendah di level 18.190 per dolar AS bulan lalu.
Volatilitas implisit tiga bulanan rupiah dan dolar AS juga turun 115 basis poin menjadi 6,78 persen dari sebelumnya 7,93 persen pada periode tersebut - ini artinya yang mengindikasikan berkurangnya ketidakpastian dalam jangka pendek.
Sementara itu BI diramalkan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu besok, meski sebagian analis meramalkan bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga di 5,75 persen.
Meski demikian pemerintah Presiden Prabowo Subianto diminta untuk tidak terlena. Rupiah masih berisiko melemah jika pemerintah tak bijak mengelola tekanan akibat naiknya harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah yang kini kembali memanas.
Baca Juga: Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
Selain itu rupiah juga akan terpengaruh oleh review klasifikasi pasar saham Indonesia dari penyedia indeks MSCI dan S&P Dow Jones Indices pada akhir tahun nanti. Penurunan status oleh MSCI ke frontier market dapat memicu aliran dana keluar dan berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada rupiah.
Berita Terkait
-
Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
-
Pasar Butuh Sinyal Tegas Berakhirnya Siklus Pengetatan Moneter dari BI
-
Amerika Bom Iran, Rupiah Tersungkur
-
Kredit Tumbuh, Tapi Bank Perketat Syarat Pinjaman di Tengah Ketidakpastian
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS Pagi Ini, Jadi Mata Uang Paling Loyo di Asia
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit
-
Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang
-
Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan
-
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting
-
Oknum Honorer Pengadilan Agama Diduga Pesta Narkoba di Kafe Wilayah Kampar
-
Gemini Cocok dengan Zodiak Apa? Ini 6 Pasangan yang Paling Serasi Menurut Astrologi
-
Nathalie Holscher Nikah Besok, Undangan Akad hingga Resepsi Terungkap
-
MU Datangkan Pemain Indonesia Keturunan Jerman