Bisnis / Keuangan
Senin, 20 Juli 2026 | 17:46 WIB
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.948 per dolar AS pada Senin (20/7/2026) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.948 per dolar AS pada Senin (20/7/2026) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
  • Pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran memicu kenaikan harga minyak dunia sehingga menekan performa mata uang rupiah.
  • Sentimen pasar ekuitas dan antisipasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia mampu menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam.

Suara.com - Rupiah kembali tersungkur di hadapan dolar Amerika Serikat pada Senin sore (20/7/2026) setelah pengeboman yang tak kunjung putus dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran memicu naiknya harga minyak dunia.

Rupiah, yang konsisten melemah sejak Senin pagi, ditutup ke level Rp 17.948 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 27 poin atau 0,15 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.919 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan oleh Amerika Serikat yang terus membordir Iran. Ketegangan Iran dan AS memberikan tekanan pada rupiah.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, sentimen risk on di pasar ekuitas menahan pelemahan yang lebih besar. Untuk itu rupiah berpotensi kembali menguat besok apabila tidak ada eskalasi yang lebih besar.

"Investor masih mengantisiapsi RDG BI dan mengharapkan kenaikan suku bunga 25bps pada hari Rabu," jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia bergerak bervariasi. Peso Filipina yang anjlok 0,16 persen, diikuti oleh rupee India yang tertekan 0,14 persen, baht Thailand turun 0,02 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,46 persen. Lalu ada ringgit Malaysia yang terangkat 0,22 persen.

Sedangkan, dolar Taiwan ditutup menanjak 0,18 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,12 persen, yuan China naik 0,1 persen dan yen Jepang menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback pada sore ini.

Baca Juga: Tanker Terbakar di Selat Hormuz, Diduga Ditembak IRGC Iran karena Ngotot Terobos

Load More