- Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia merugi ratusan triliun rupiah akibat pencurian ikan di perairan nasional.
- Lemahnya keterampilan SDM, keterbatasan modal, serta minimnya fasilitas penyimpanan menyebabkan nelayan lokal sulit bersaing secara ekonomi.
- Pemerintah meresmikan Ocean Institute of Indonesia pada Selasa (21/7/2026) untuk meningkatkan kualitas SDM sektor kelautan nasional.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti besarnya kerugian yang dialami Indonesia akibat pencurian sumber daya ikan. Menurut dia, nilai kekayaan ikan yang dicuri dari perairan Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah.
Hal itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam peresmian Ocean Institute of Indonesia, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai salah satu penyebab Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi kelautannya adalah lemahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.
"Menurut rapat terakhir yang saya ikuti, paparan Menteri Kelautan di Hambalang, sumber daya kekayaan ikan kita yang dicuri itu berapa triliun? Ratusan. Kenapa? Karena kita tidak berdaya. Kebijakan-kebijakan tadi tidak menjadi prioritas utama. Kalau kita lihat nelayan-nelayan kita tidak berdaya, baik keterampilannya maupun dukungan modal," kata Zulhas di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat nelayan Indonesia sulit bersaing dengan negara tetangga. Selain keterbatasan keterampilan, banyak nelayan juga masih menggunakan kapal berukuran kecil sehingga daya saingnya rendah.
Menurut Zulhas, persoalan lain yang dihadapi nelayan adalah lemahnya posisi tawar saat menjual hasil tangkapan. Akibat tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai, nelayan kerap terpaksa menjual ikan dengan harga murah agar tidak membusuk.
"Dia melaut ikannya banyak, ditawar harganya murah. Kalau tidak dijual, busuk ikannya. Busuk. Akhirnya dijual, rugi sebetulnya. Karena dia rugi, nelayan kita itu akhirnya terpaksa dia harus pinjam uang," ucapnya.
"Tambah terperangkap, tambah jauh. Hampir rata-rata nelayan Indonesia itu terperangkap kepada pinjaman tengkulak. Dia pinjam uang besar, kalau dia melaut harus setor kepada tengkulak," lanjutnya.
Di sisi lain, Zulhas menilai nelayan dari negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam mampu meningkatkan kapasitas usahanya, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar. Kondisi itu membuat mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi, bahkan mampu memanfaatkan potensi perairan Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65
Karena itu, Zulhas menyambut peluncuran Ocean Institute of Indonesia yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut dia, lembaga tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sektor kelautan sehingga potensi sumber daya laut Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Tentu tadi, keberpihakan, dua adalah sumber daya manusia yang terampil. Dan hari ini dijawab oleh Pak Menteri Kelautan dengan lahirnya Ocean Institute of Indonesia," pungkas Zulhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?
-
Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif
-
Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?
-
KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes
-
Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri
-
Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari
-
Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65
-
Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg