Bisnis / Keuangan
Rabu, 22 Juli 2026 | 07:45 WIB
Gedung BRI. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • JPMorgan menaikkan peringkat saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dari Underweight menjadi Overweight dalam laporan riset terbarunya.
  • JPMorgan menaikkan target harga saham BBRI menjadi Rp3.400 per saham yang berlaku hingga Juni 2027 mendatang.
  • Peningkatan tersebut didorong oleh perbaikan kualitas aset mikro dan keberhasilan efisiensi beban kerja petugas kredit.

Suara.com - JPMorgan memberikan sinyal sangat positif terhadap prospek saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Melalui laporan riset ekuitas terbarunya yang bertajuk "Micro trumps macro; tactical upgrade to OW", JPMorgan memutuskan untuk menaikkan peringkat saham BBRI dua tingkat sekaligus, dari Underweight langsung menjadi Overweight.

Langkah taktis ini diiringi dengan revisi target harga yang signifikan, naik dari Rp2.730 menjadi Rp3.400 per saham hingga Juni 2027.

Perubahan pandangan ini terjadi setelah analis JPMorgan melihat solidnya fundamental bisnis mikro BRI yang mampu menahan tekanan makroekonomi.

Kunci utama optimisme JPMorgan terletak pada perbaikan kualitas aset di segmen mikro. Manajemen BRI dinilai berhasil memperketat proses underwriting dan mengoptimalkan penagihan (collection).

Salah satu langkah struktural yang diapresiasi adalah efisiensi beban kerja petugas kredit mikro. BRI berhasil menurunkan rasio kelolaan dari 528 debitur per petugas pada 2022 menjadi 456 debitur, dengan target lanjutan mendekati 400 debitur.

Langkah ini membuat pemantauan kredit menjadi jauh lebih intensif. Dengan memisahkan tanggung jawab penagihan kredit lancar dan bermasalah dari penjualan aset yang dihapusbukukan (diserahkan ke pihak ketiga), indikator penurunan NPL di segmen mikro menunjukkan tren perbaikan yang nyata.

Kuatnya fondasi mikro inilah yang membuat JPMorgan yakin saham BBRI memiliki daya pantul yang kuat ke depannya.

Desclaimer: Perdagangan saham dan investasi instrumen keuangan mengandung risiko kerugian finansial yang signifikan. Pembaca sangat dianjurkan untuk melakukan riset mendalam serta menganalisis profil risiko pribadi (Due Diligence) sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: IHSG Naik Level ke 6.300, TPIA dan DSSA Diserok

Load More