Bisnis / Keuangan
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]
Baca 10 detik
  • Mata uang rupiah dibuka melemah ke level Rp17.934 per dolar Amerika Serikat pada 22 Juli 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh tingginya tensi geopolitik yang menaikkan harga minyak mentah dan indeks dolar.
  • Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada pagi hari ini.

Suara.com - Rupiah berbalik melemah pada pembukaan pagi ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Padahal, sebelumnya, mata uang Garuda sempat mengalami penguatan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 22 Juli 2026 dibuka ke level Rp17.934 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 46 poin atau 0,26 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.988per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini disebabkan oleh masih tinghinya tensi geopolitik Amerika Serikat dengan Iran.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi di timteng yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, perlemahan diperkirakan terbatas. Sebab, investor mengantisipasi kenaikan suku bunga 25bps pada RDG BI sore ini.

"Rupiah masih bisa tertekan di range 17850-18000," ujarnya.

Ilustrasi Yuan [Unsplash/Timon]

Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,18 persen, diikuti ringgit Malaysia melemah 0,16 persen, yuan China melemah 0,06 persen. Lalu dolar Singapura melemah 0,05 persen dan peso Filipina yang melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Dolar Taiwan menguat 0,26 persen, won Korea menguat 0,12 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen dan yen Jepang yang menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026

Load More