- Mata uang rupiah dibuka melemah ke level Rp17.934 per dolar Amerika Serikat pada 22 Juli 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh tingginya tensi geopolitik yang menaikkan harga minyak mentah dan indeks dolar.
- Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada pagi hari ini.
Suara.com - Rupiah berbalik melemah pada pembukaan pagi ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Padahal, sebelumnya, mata uang Garuda sempat mengalami penguatan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 22 Juli 2026 dibuka ke level Rp17.934 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 46 poin atau 0,26 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.988per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini disebabkan oleh masih tinghinya tensi geopolitik Amerika Serikat dengan Iran.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi di timteng yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia mengatakan, perlemahan diperkirakan terbatas. Sebab, investor mengantisipasi kenaikan suku bunga 25bps pada RDG BI sore ini.
"Rupiah masih bisa tertekan di range 17850-18000," ujarnya.
Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,18 persen, diikuti ringgit Malaysia melemah 0,16 persen, yuan China melemah 0,06 persen. Lalu dolar Singapura melemah 0,05 persen dan peso Filipina yang melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Dolar Taiwan menguat 0,26 persen, won Korea menguat 0,12 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen dan yen Jepang yang menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
Berita Terkait
-
Rupiah Menguat pada Jumat Sore, Waspadai Risiko Tertekan Pekan Depan
-
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
-
Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.934, Nyaris Tembus Rp18.000 Akibat Perang AS-Iran Jelang Putusan BI
-
Apa Itu Sepatu Lari Carbon Plate? Ini Ciri-ciri, Kelebihan, dan Rekomendasi Merek Lokal hingga Luar
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"