- Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp18.065 per dolar AS pada Jumat, 10 Juli 2026 akibat meredanya konflik global.
- Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan mayoritas mata uang Asia karena sentimen positif terhadap harapan perdamaian AS dan Iran.
- Analis memprediksi rupiah akan kembali tertekan pekan depan akibat ketidakpastian konflik Timur Tengah serta data inflasi Amerika Serikat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat pada Jumat sore (10/7/20260 setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mereda pada akhir pekan ini. Tetapi analis meramalkan rupiah masih akan tertekan pada pekan depan.
Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah ditutup di level Rp 18.065 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 63 poin atau 0,35 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.128 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan penguatan rupiah berkat sentimen global.
"Rupiah dan mata uang regional maupun dunia umumnya menguat terhadap dolar di tengah pulihnya sentimen resiko menyusul harapan dilanjutkannya pembicaraan damai AS-Iran dan menurunnya harga minyak mentah dunia," kata Lukman saat dihubungi Suara.com di Jakarta.
Namun, dia memperkirakan untuk minggu depan rupiah masih akan tertekan dan volatilitas masih bisa tinggi karena risiko pecah kembalinya konflik di Timur Tengah masih tinggi dan tak bisa diprediksi.
"Adapun investor juga cenderung hati-hati mengantisipasi data penting AS yaitu inflasi konsumen dan produsen," ia menambahkan.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada sore ini. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar 0,48 persen disusul rupiah yang menguat 0,35 persen. Diikuti ringgit Malaysia menguat 0,28 persen. Lalu, yuan China menguat 0,19 persen.
Selain itu, won Korea menguat 0,18 persen dan baht Thailand naik 0,17 persen. Diikuti peso Filipina menguat 0,15 persen. Disusul, dolar Singapura menguat 0,12 persen dan rupee India yang menguat 0,06 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS sore ini dengan pelemahan 0,05 persen.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
Berita Terkait
-
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
-
Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058
-
Sembunyi di Balik Lemari! Polisi Sita Rp67 M dari Cafe de'CLAN yang Diduga Milik Jampidsus Febrie
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi
-
BRI Hadirkan ORI030 untuk Investasi ORI dengan Kupon Tetap Bulanan
-
Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat
-
Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India
-
LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember
-
BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!
-
Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026
-
Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu
-
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
-
Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?