Bisnis / Inspiratif
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB
Ilustrasi Usaha UMKM (freepik)
Baca 10 detik
  • Mantan Pekerja Migran Indonesia di Indramayu beralih menjadi pelaku UMKM pengolahan makanan sehat sejak 2025.
  • PT Pertamina Patra Niaga menjalankan Program GARBATERA di Desa Balongan untuk memberdayakan ekonomi warga dan meningkatkan gizi.
  • Kelompok OMSET memproduksi makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil guna menekan angka gizi buruk.

Suara.com - Sejumlah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Indramayu kini memiliki sumber penghasilan baru setelah beralih menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan makanan sehat.

Mereka tergabung dalam Kelompok OMSET (Olahan Makanan Sehat), yang memproduksi makanan bergizi untuk mendukung program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil di Desa Balongan.

Selain memperoleh pelatihan mengolah produk pangan, para anggota kelompok juga mendapat pendampingan dalam pengemasan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.

Kelompok OMSET menjadi bagian dari Program Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera (GARBATERA) yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan sejak 2025. Program tersebut menggabungkan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi warga melalui pelibatan UMKM lokal.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, program tersebut dirancang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ilustrasi UMKM. [ist]

"Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua pondasi dasar untuk menciptakan masyarakat yang mandiri. Hal itu juga menjadi investasi utama untuk memperkuat bangsa dan negara di kemudian hari. Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga bangga bisa menjadi bagian dari upaya tersebut," ujar Kitty seperti dikutip, Rabu (22/7/2026).

Pada peringatan Hari Gizi Nasional 2025, program GARBATERA diperkuat melalui kampanye NASIHAT (Istana Ibu dan Anak) dengan menyalurkan PMT hasil olahan Kelompok OMSET.

Di tahun berikutnya, kelompok tersebut juga mendapatkan pelatihan pengolahan ikan yang difasilitasi Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (DISKOPDAGIN) Kabupaten Indramayu guna meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah usaha.

Menurut Kitty, pemberdayaan UMKM menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Road to INACRAFT 2026 Buka Peluang Tembus Pasar Lebih Luas

"Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan solusi dari hulu ke hilir. Kami tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi untuk menekan angka stunting dan kasus DBD di Balongan, tetapi juga memastikan ada efek multiplier ekonomi yang dirasakan warga. Dengan melibatkan UMKM lokal dalam penyediaan PMT, kita bersama-sama menciptakan masyarakat yang sehat secara fisik dan sejahtera secara ekonomi," jelas Kitty.

Dampak ekonomi program tersebut dirasakan langsung oleh anggota Kelompok OMSET, termasuk para mantan pekerja migran yang memilih membangun usaha di kampung halamannya.

Ketua Kelompok OMSET Balongan, Eliyawati, mengatakan program tersebut membuka peluang baru bagi para anggotanya untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

"Sejak bergabung dalam Program GARBATERA, kami ibu-ibu Kelompok OMSET sangat terbantu, termasuk beberapa anggota kami eks pekerja migran. Kami mendapat pelatihan pengolahan makanan sehat bernilai jual serta pendampingan pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Program ini membuka harapan baru kami untuk mandiri," tutur Eliyawati.

Selain meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, produk makanan sehat yang dihasilkan kelompok tersebut juga dimanfaatkan dalam program peningkatan gizi masyarakat. Bidan Desa Balongan, Dini S.Z., mengatakan keberadaan program tersebut turut meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya.

"Kami merasakan dampak positifnya dalam peningkatan kualitas layanan dan partisipasi warga, dengan harapan kesehatan anak-anak Balongan semakin baik dan angka gizi buruk dapat terus ditekan," pungkas Dini.

Load More