- Mantan Pekerja Migran Indonesia di Indramayu beralih menjadi pelaku UMKM pengolahan makanan sehat sejak 2025.
- PT Pertamina Patra Niaga menjalankan Program GARBATERA di Desa Balongan untuk memberdayakan ekonomi warga dan meningkatkan gizi.
- Kelompok OMSET memproduksi makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil guna menekan angka gizi buruk.
Suara.com - Sejumlah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Indramayu kini memiliki sumber penghasilan baru setelah beralih menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan makanan sehat.
Mereka tergabung dalam Kelompok OMSET (Olahan Makanan Sehat), yang memproduksi makanan bergizi untuk mendukung program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil di Desa Balongan.
Selain memperoleh pelatihan mengolah produk pangan, para anggota kelompok juga mendapat pendampingan dalam pengemasan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.
Kelompok OMSET menjadi bagian dari Program Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera (GARBATERA) yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan sejak 2025. Program tersebut menggabungkan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi warga melalui pelibatan UMKM lokal.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, program tersebut dirancang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua pondasi dasar untuk menciptakan masyarakat yang mandiri. Hal itu juga menjadi investasi utama untuk memperkuat bangsa dan negara di kemudian hari. Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga bangga bisa menjadi bagian dari upaya tersebut," ujar Kitty seperti dikutip, Rabu (22/7/2026).
Pada peringatan Hari Gizi Nasional 2025, program GARBATERA diperkuat melalui kampanye NASIHAT (Istana Ibu dan Anak) dengan menyalurkan PMT hasil olahan Kelompok OMSET.
Di tahun berikutnya, kelompok tersebut juga mendapatkan pelatihan pengolahan ikan yang difasilitasi Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (DISKOPDAGIN) Kabupaten Indramayu guna meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah usaha.
Menurut Kitty, pemberdayaan UMKM menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Road to INACRAFT 2026 Buka Peluang Tembus Pasar Lebih Luas
"Melalui program GARBATERA, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan solusi dari hulu ke hilir. Kami tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi untuk menekan angka stunting dan kasus DBD di Balongan, tetapi juga memastikan ada efek multiplier ekonomi yang dirasakan warga. Dengan melibatkan UMKM lokal dalam penyediaan PMT, kita bersama-sama menciptakan masyarakat yang sehat secara fisik dan sejahtera secara ekonomi," jelas Kitty.
Dampak ekonomi program tersebut dirasakan langsung oleh anggota Kelompok OMSET, termasuk para mantan pekerja migran yang memilih membangun usaha di kampung halamannya.
Ketua Kelompok OMSET Balongan, Eliyawati, mengatakan program tersebut membuka peluang baru bagi para anggotanya untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.
"Sejak bergabung dalam Program GARBATERA, kami ibu-ibu Kelompok OMSET sangat terbantu, termasuk beberapa anggota kami eks pekerja migran. Kami mendapat pelatihan pengolahan makanan sehat bernilai jual serta pendampingan pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Program ini membuka harapan baru kami untuk mandiri," tutur Eliyawati.
Selain meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, produk makanan sehat yang dihasilkan kelompok tersebut juga dimanfaatkan dalam program peningkatan gizi masyarakat. Bidan Desa Balongan, Dini S.Z., mengatakan keberadaan program tersebut turut meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya.
"Kami merasakan dampak positifnya dalam peningkatan kualitas layanan dan partisipasi warga, dengan harapan kesehatan anak-anak Balongan semakin baik dan angka gizi buruk dapat terus ditekan," pungkas Dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pemesanan Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026
-
5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah
-
Pesan Sahroni ke Kuntadi Usai Jadi Jampidsus: Jangan Main Mata Terkait Kasus Febrie
-
Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut
-
Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis
-
4 Cushion Proteksi SPF 50 Solusi Anti-Ribet Touch-Up saat Aktivitas Outdoor
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United