- Kementerian ESDM di Jakarta menyatakan proyek pembangunan fasilitas penyimpanan minyak nasional belum memiliki tindak lanjut.
- Dirjen Migas Laode Sulaeman menyampaikan bahwa kendala utama proyek ini adalah belum adanya investor yang serius.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menggagas proyek di Sumatera ini untuk memperpanjang cadangan minyak nasional menjadi tiga bulan.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui belum ada tindak lanjut terkait rencana pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak nasional. Padahal, proyek tersebut awalnya digagas guna memperkuat kapasitas cadangan energi nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengklaim tidak terdapat tantangan dalam proyek tersebut. Namun, menurutnya belum terdapat investor yang serius untuk menggarapnya.
"Sebenarnya enggak ada tantangan. Cuman memang belum ada yang benar-benar serius ingin melakukan itu dalam waktu cepat," ujar Laode saat ditemui wartawan di Jakarta yang dikutip pada Rabu (22/7/2026).
Ia menuturkan, sebelumnya terdapat investor asal India yang berencana bekerja sama memperkuat kapasitas cadangan Pertamina sekaligus membangun fasilitas penyimpanannya. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.
"Itu waktu itu. Tapi sekarang kan, seperti saya bilang tadi, belum ada pembahasan lagi lebih lanjut," kata Laode.
Rencana pembangunan storage minyak nasional pertama kali diungkapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada awal Maret lalu. Proyek itu digagas untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak nasional yang dinilai masih terbatas.
Saat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memuncak akhir Februari lalu, stok cadangan minyak Indonesia tercatat hanya bertahan untuk 25 hingga 26 hari. Melalui proyek ini, pemerintah menargetkan kapasitas daya simpan dapat melonjak hingga tiga bulan guna memenuhi standar internasional.
Berdasarkan perencanaan awal, fasilitas penyimpanan tersebut bakal dibangun di Sumatera. Kala itu, Bahlil bahkan mengklaim sudah ada investor yang berminat menggarap proyek strategis tersebut.
Baca Juga: Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
Berita Terkait
-
Peringatan! Cadangan Minyak Dunia Menipis saat AS - Iran Perang Lagi
-
Donald Trump Rilis 172 Juta Barel Cadangan Minyak AS
-
IEA Siapkan Cadangan Minyak Rekor, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Berapa Cadangan Minyak Indonesia? Bahlil Ngaku Optimis Tak Terdampak Perang AS-Iran
-
Cadangan Minyak Indonesia Cuma 4,4 Miliar Barel, Terbanyak di Kalimantan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang
-
Media Asing: Timnas Indonesia Patut Minder dengan Trio Naturalisasi Vietnam
-
Spektrum Baru Bikin Internet Lebih Cepat hingga Pelosok, Telkomsel Siapkan Lompatan Jaringan 5G
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Kulit Sawo Matang Cocoknya Pakai Jilbab Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Warna yang Bikin Cerah
-
Dari Boros ke Bijak: Tren Financial Glow Up yang Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z
-
Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam