Bisnis / Energi
Kamis, 12 Maret 2026 | 09:44 WIB
Donald Trump (x.com)
Baca 10 detik
  • Departemen Energi AS melepas 172 juta barel minyak dari SPR atas instruksi Presiden Trump meredam lonjakan harga.
  • Proses distribusi minyak tersebut akan dimulai minggu depan dan diperkirakan berlangsung selama 120 hari sesuai rencana.
  • Langkah ini merupakan kontribusi terbesar AS dalam komitmen bersama IEA untuk melepaskan total 400 juta barel.

Suara.com - Departemen Energi Amerika Serikat resmi mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR).

Langkah besar ini dilakukan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump sebagai upaya meredam lonjakan harga bahan bakar dan minyak mentah akibat berkecamuknya perang dengan Iran.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menjelaskan bahwa proses distribusi minyak tersebut akan dimulai pada minggu depan.

"Proses pengiriman ini diperkirakan memakan waktu sekitar 120 hari, menyesuaikan dengan kapasitas laju pengeluaran yang telah direncanakan," ungkap Wright dalam pernyataan resminya pada Rabu waktu setempat.

Bagian dari Kesepakatan Global IEA

Pelepasan cadangan minyak raksasa ini bukan merupakan langkah tunggal. Departemen Energi menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen bersama Badan Energi Internasional (IEA) yang baru saja disepakati.

Total Koordinasi Global: IEA sepakat untuk melepas total 400 juta barel minyak ke pasar global.

Kontribusi AS: Dengan 172 juta barel, Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar dalam upaya stabilisasi pasokan energi dunia tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan afiliasi CBS, WKRC di Ohio, Presiden Trump mengonfirmasi penggunaan cadangan strategis ini sebagai senjata utama untuk menurunkan harga di tingkat konsumen.

Baca Juga: Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!

"Kami akan melakukan itu (melepas cadangan), dan kemudian kami akan mengisinya kembali. Saya pernah mengisinya dulu, dan saya akan melakukannya lagi. Namun untuk saat ini, kita perlu menguranginya sedikit agar harga-harga turun," tegas Trump, dilansir via CBS. 

Pantauan Redaksi Suara.com, harga minyak mentah WTI pada Kamis (12/3/2026) pagi berkisar USD 95, sementara minyak Brent berkisar USD 100. Harga minyak naik setelah sempat menyentuh level USD 80 kemarin.

Load More