- Departemen Energi AS melepas 172 juta barel minyak dari SPR atas instruksi Presiden Trump meredam lonjakan harga.
- Proses distribusi minyak tersebut akan dimulai minggu depan dan diperkirakan berlangsung selama 120 hari sesuai rencana.
- Langkah ini merupakan kontribusi terbesar AS dalam komitmen bersama IEA untuk melepaskan total 400 juta barel.
Suara.com - Departemen Energi Amerika Serikat resmi mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR).
Langkah besar ini dilakukan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump sebagai upaya meredam lonjakan harga bahan bakar dan minyak mentah akibat berkecamuknya perang dengan Iran.
Menteri Energi AS, Chris Wright, menjelaskan bahwa proses distribusi minyak tersebut akan dimulai pada minggu depan.
"Proses pengiriman ini diperkirakan memakan waktu sekitar 120 hari, menyesuaikan dengan kapasitas laju pengeluaran yang telah direncanakan," ungkap Wright dalam pernyataan resminya pada Rabu waktu setempat.
Bagian dari Kesepakatan Global IEA
Pelepasan cadangan minyak raksasa ini bukan merupakan langkah tunggal. Departemen Energi menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmen bersama Badan Energi Internasional (IEA) yang baru saja disepakati.
Total Koordinasi Global: IEA sepakat untuk melepas total 400 juta barel minyak ke pasar global.
Kontribusi AS: Dengan 172 juta barel, Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar dalam upaya stabilisasi pasokan energi dunia tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan afiliasi CBS, WKRC di Ohio, Presiden Trump mengonfirmasi penggunaan cadangan strategis ini sebagai senjata utama untuk menurunkan harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!
"Kami akan melakukan itu (melepas cadangan), dan kemudian kami akan mengisinya kembali. Saya pernah mengisinya dulu, dan saya akan melakukannya lagi. Namun untuk saat ini, kita perlu menguranginya sedikit agar harga-harga turun," tegas Trump, dilansir via CBS.
Pantauan Redaksi Suara.com, harga minyak mentah WTI pada Kamis (12/3/2026) pagi berkisar USD 95, sementara minyak Brent berkisar USD 100. Harga minyak naik setelah sempat menyentuh level USD 80 kemarin.
Berita Terkait
-
Donald Trump Klaim AS Menang Lawan Iran: Perang Ini Telah Usai
-
Heboh Patung Donald Trump dan Jeffrey Epstein Bergaya Mesra Ala Jack-Rose Titanic di Washington
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya
-
AI Generatif Tingkatkan Proyeksi Karir dan Kinerja Developer Hingga dari 50 Persen