Bisnis / Energi
Kamis, 23 Juli 2026 | 08:57 WIB
Ilustrasi PLTS. [Pexels/ Abdulaziz hasan]
Baca 10 detik
  • Pertamina Patra Niaga memasang PLTS 10 KWH di Indramayu pada Maret 2026 guna mendukung kemandirian energi warga.
  • Program GARBATERA memberdayakan UMKM lokal melalui pasokan makanan bergizi yang meningkatkan pendapatan anggota kelompok secara nyata.
  • Pertamina menyalurkan layanan kesehatan dan pendidikan anak usia dini untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat Desa Balongan.

Suara.com - Pemanfaatan energi baru terbarukan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) GARBATERA, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 KWH untuk mendukung aktivitas ekonomi warga sekaligus memperkuat kemandirian energi desa.

PLTS tersebut dipasang pada Maret 2026 melalui kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam Program Desa Energi Berdikari. Kehadiran pembangkit listrik berbasis tenaga surya ini menjadi bagian dari upaya Pertamina menghadirkan solusi energi bersih yang mampu mendorong pemberdayaan masyarakat.

Program GARBATERA sendiri genap berjalan satu tahun sejak diluncurkan pada Juli 2025. Selama periode tersebut, berbagai program lintas sektor dijalankan mulai dari kesehatan, gizi anak, ketahanan pangan, pendidikan anak usia dini, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pemanfaatan energi baru terbarukan.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa kehadiran program GARBATERA dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ilustrasi PLTS (Magnific)

"Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Melalui program GARBATERA, kami tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga memastikan proses pengolahannya melibatkan mitra binaan lokal sehingga manfaatnya berlipat, baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat," ujar Reno seperti dikutip, Kamis (23/7/2026).

Di sektor ekonomi, Pertamina membina Kelompok Olahan Makanan Sehat (OMSET) Balongan yang kini rutin memasok produk olahan ikan ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak delapan kali sepanjang April 2026. Program tersebut turut meningkatkan pendapatan anggota kelompok sekitar Rp300.000 per bulan.

Rantai pasok kelompok usaha tersebut juga diperkuat melalui bantuan mesin produksi pelet pakan ternak bagi Kelompok Tani Ragem Jaya Tegalurung pada September 2025. Sementara itu, keberadaan PLTS diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat dengan pasokan energi yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya di bidang ekonomi, program GARBATERA juga memberikan dampak pada sektor kesehatan. Pertamina menggelar edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi 30 kader Posyandu Desa Balongan dan menyerahkan satu unit alat fogging pada Juli 2025.

Kemudian, sebanyak 400 balita di enam Posyandu memperoleh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Agustus 2025. Program PELITA (Pengasuhan Lestari Tumbuh Bersama) juga menjangkau 80 wali murid dan tenaga pendidik di dua PAUD Desa Balongan untuk memperkuat pola asuh positif sejak usia dini.

Baca Juga: Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Program ini juga memperkuat layanan kesehatan dasar Posyandu melalui bantuan alat kesehatan serta renovasi Balai Perempuan Desa Balongan sebagai ruang pemberdayaan yang ramah bagi perempuan.

Melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah desa, kader Posyandu, PKK, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, hingga pelaku UMKM, Pertamina berharap program GARBATERA terus menghadirkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 2 tentang Tanpa Kelaparan dan poin 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Load More