Bisnis / Keuangan
Kamis, 23 Juli 2026 | 09:17 WIB
IHSG mulai bangkit kembali pagi ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.346 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
  • Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00 persen demi menjaga stabilitas pasar.
  • Konflik di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi sentimen global utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menghijau lagi pada awal perdagangan, Kamis, 23 Juli 2026 IHSG dibuka menguat ke level 6.346.

Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, masih melesar 0,35 persen atau 22,29 poin ke level 6.356.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,17 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 930,84 miliar serta frekuensi sebesar 165.390 kali.

Di waktu itu, terdapat 303 saham menghijau, sedangkan, 184 saham merosot. Sisanya, 478 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • MLPT
  • MDIA
  • ZATA
  • ALDO
  • MEJA

Top Loser

  • SWID
  • PORT
  • KDTN
  • ERTX
  • YELO

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (23/7/2026) di tengah meningkatnya sentimen global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00 persen dinilai masih menjadi penopang stabilitas pasar domestik.

Baca Juga: BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.200 dan resistance 6.400.

"IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.200 dan resistance 6.400. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang konsolidasi dengan kecenderungan positif masih terbuka, meski volatilitas berpotensi meningkat seiring perkembangan sentimen global," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset Sapa Mentari, Kamis (23/7/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen ke level 6.334,40, sekaligus mengakhiri reli penguatan selama sepuluh hari berturut-turut.

Pelemahan indeks dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, investor asing juga masih melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,11 triliun di pasar reguler.

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 6,00 persen dinilai mencerminkan optimisme terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang tetap terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, dari eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.

Load More