- IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen pada perdagangan kemarin akibat aksi jual bersih investor asing senilai Rp 1,11 triliun.
- Indeks Wall Street melemah pada Rabu (22/7) akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik militer Amerika Serikat di Iran.
- BNI Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support di kisaran 6.300 hingga 6.330.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah berada dalam fase krusial. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen yang turut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai kurang lebih Rp 1,11 triliun.
Beberapa saham berkapitalisasi besar yang paling banyak dilepas oleh asing di antaranya adalah DSSA, BBRI, ASII, AMMN, dan TPIA.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa arah pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support saat ini.
Jika IHSG kuat bertahan di atas rentang support 6.300 hingga 6.330, indeks memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan jangka menengah (middle term) menuju level 6.700 hingga 6.850.
Namun, pelaku pasar diimbau untuk berhati-hati apabila indeks kembali tembus (break) di bawah level 6.300, karena berpotensi memicu koreksi lanjutan hingga ke kisaran level 6.000. Untuk perdagangan hari ini, support IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.250–6.300, sementara level resistance berada di rentang 6.380–6.480.
Wall Street Tertekan Lonjakan Harga Minyak
Sementara itu, dari bursa global, indeks-indeks saham utama di Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/7). Indeks S&P 500 terkoreksi 0,14 persen, Nasdaq Composite melemah 0,57 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun moderat sebesar 0,01 persen.
Pelemahan ini utamanya didorong oleh lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent melonjak ke US$ 94,07 per barel setelah sempat menyentuh angka US$ 95, sedangkan minyak mentah WTI berada di level US$ 86,83 per barel.
Kenaikan tajam harga minyak ini dipicu oleh serangkaian serangan militer Amerika Serikat yang ke-11 secara berturut-turut terhadap Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington masih membuka ruang negosiasi, namun menilai pihak Iran belum menunjukkan iktikad serius.
Baca Juga: 4 Calon Emiten Baru Antre IPO Saham, Ada yang Punya Aset Jumbo Rp250 Miliar
"Jika mereka serius, kami juga serius. Jika tidak, kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan sekutu kami," tegas Rubio.
Ia juga memastikan militer AS akan terus menjaga keamanan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Kondisi geopolitik dan lonjakan harga energi ini kembali memantik kekhawatiran pasar akan tingginya laju inflasi, yang pada gilirannya meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dan kembali menaikkan suku bunga.
Selain isu makroekonomi, fokus investor AS juga tengah tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal kedua dari raksasa teknologi seperti Alphabet, Tesla, IBM, ServiceNow, dan Texas Instruments.
Di kawasan Asia, bursa saham bergerak bervariasi (mixed) mengikuti jejak pergerakan Wall Street. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,18 persen, berbanding terbalik dengan indeks Topix yang naik 0,45 persen.
Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,74 persen, sementara Kosdaq melemah 0,30 persen. Pada pasar lainnya, Hang Seng Hong Kong turun 0,95 persen dan CSI 300 China melemah 0,46 persen, sedangkan Taiex Taiwan melesat 1,34 persen dan ASX 200 Australia bertambah 0,34 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini
-
Revisi UU Pemilu Harus Perkuat Demokrasi, Bukan Sekadar Ubah Aturan
-
Sepatu On Cloud Ori Apakah Dijual di Shopee? Begini Cara Membeli Produk Asli yang Aman
-
IU Tunda Konser dan Perilisan Album Baru, Imbas Kondisi Kesehatan Memburuk
-
Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar
-
MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game
-
Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa
-
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?
-
5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini
-
Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya