Bisnis / Makro
Kamis, 23 Juli 2026 | 14:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • AHY siapkan insentif konversi truk ODOL ke kendaraan sesuai standar.
  • Pemerintah dorong penggunaan truk logistik listrik untuk tekan emisi.
  • Logistik multimoda diperkuat guna kurangi beban distribusi di jalan raya.

Suara.com - Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif untuk mempercepat penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Insentif tersebut akan diberikan kepada pelaku usaha logistik yang bersedia mengonversi armadanya menjadi truk sesuai standar, termasuk beralih ke kendaraan logistik berbasis listrik.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kebijakan penanganan ODOL tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi agar dunia usaha dapat melakukan transisi tanpa mengganggu aktivitas logistik.

"Sedang kita tertibkan. Tentu kita mendengarkan para stakeholders termasuk dari industri dan mereka yang bergerak di bidang logistik. Tetapi pada akhirnya kita ingin memastikan bahwa tidak boleh kita menomorduakan faktor keselamatan di jalan karena fatal dan tidak bisa kita ulangi lagi ketika sudah menjadi korban," kata AHY dalam acara The Big Idea Forum bertajuk Transformasi dan Dekarbonisasi Sektor Transportasi Logistik Menuju Zero Emission di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut AHY, pemerintah kini tengah merancang strategi agar penggunaan kendaraan ODOL terus berkurang. Salah satu langkah utamanya adalah memberikan insentif bagi perusahaan logistik untuk mengganti armada yang tidak sesuai aturan menjadi kendaraan yang memenuhi standar keselamatan.

"Oleh karena itu sedang kita upayakan strategi yang benar-benar bisa mengurangi penggunaan kendaraan ODOL, termasuk memberikan insentif kepada mereka untuk melakukan konversi kendaraan-kendaraan ODOL tadi menjadi kendaraan-kendaraan yang lebih sesuai dengan standar," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga ingin mendorong percepatan penggunaan kendaraan logistik berbasis listrik sebagai bagian dari agenda dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

"Dan lebih bagus lagi kalau kemudian mengadopsi kendaraan logistik berbasis listrik. Apakah truk ataupun kontainer lainnya," ucap AHY.

Ia menilai transformasi armada logistik akan menghasilkan manfaat yang lebih luas, mulai dari menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengurangi kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih, hingga memangkas emisi karbon.

"Ini yang bisa dihitung ada economic and social impact ketika kita bisa menertibkan kendaraan-kendaraan ODOL ini. Termasuk tentunya sekali lagi mengurangi emisi karbon di jalan," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pemilik Truk ODOL yang Mau Beralih ke Truk Standar

Selain menyiapkan insentif, pemerintah juga mempercepat pengembangan sistem logistik berbasis multimoda. Distribusi barang ke depan diharapkan tidak lagi bertumpu pada angkutan jalan raya, tetapi semakin memanfaatkan moda kereta api dan kapal laut sehingga sistem logistik menjadi lebih efisien, aman, dan rendah emisi.

Load More