Otomotif / Mobil
Kamis, 23 Juli 2026 | 12:31 WIB
Pemerintah sedang mengkaji kebijakan insentif bagi pemilik truk ODOL yang beralih ke truk standar dan listrik. Foto: Para sopir truk saat menggelar aksi soal nol kelebihan muatan atau zero over dimensi over loading (ODOL) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Menko Infrastruktur AHY menyatakan pemerintah menyiapkan insentif bagi pemilik truk ODOL yang beralih ke truk standar dan listrik.
  • Kebijakan tersebut bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengurangi kerusakan infrastruktur jalan, serta mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi.
  • Pemerintah juga mengembangkan sistem logistik berbasis multimoda dengan memperkuat angkutan menggunakan kereta api dan kapal.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan skema insentif untuk mendorong pemilik kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) beralih ke truk yang sesuai standar, termasuk kendaraan logistik berbasis listrik.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya menekan angka kecelakaan, mengurangi kerusakan jalan, sekaligus mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi.

AHY mengatakan penanganan kendaraan ODOL tidak hanya mengandalkan penegakan hukum. Pemerintah juga ingin memberikan solusi bagi pelaku usaha logistik agar proses transisi menuju armada yang lebih aman dan ramah lingkungan dapat berjalan lebih mudah.

"Sedang kita tertibkan. Tentu kita mendengarkan para stakeholders termasuk dari industri dan mereka yang bergerak di bidang logistik. Tetapi pada akhirnya kita ingin memastikan bahwa tidak boleh kita menomorduakan faktor keselamatan di jalan karena fatal dan tidak bisa kita ulangi lagi ketika sudah menjadi korban," kata AHY dalam acara The Big Idea Forum bertajuk Transformasi dan Dekarbonisasi Sektor Transportasi Logistik Menuju Zero Emission di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut AHY, salah satu strategi yang sedang disiapkan ialah memberikan insentif kepada pelaku usaha untuk mengonversi armada ODOL menjadi kendaraan yang memenuhi ketentuan.

"Oleh karena itu sedang kita upayakan strategi yang benar-benar bisa mengurangi penggunaan kendaraan ODOL, termasuk memberikan insentif kepada mereka untuk melakukan konversi kendaraan-kendaraan ODOL tadi menjadi kendaraan-kendaraan yang lebih sesuai dengan standar," ujarnya.

AHY menambahkan, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan logistik berbasis listrik sebagai bagian dari transformasi sektor transportasi nasional.

"Dan lebih bagus lagi kalau kemudian mengadopsi kendaraan logistik berbasis listrik. Apakah truk ataupun kontainer lainnya," ucapnya.

Ia menilai kebijakan tersebut bukan hanya berdampak terhadap keselamatan lalu lintas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

"Ini yang bisa dihitung ada economic and social impact ketika kita bisa menertibkan kendaraan-kendaraan ODOL ini. Termasuk tentunya sekali lagi mengurangi emisi karbon di jalan," katanya.

Selain menyiapkan insentif, pemerintah juga mengembangkan sistem transportasi logistik berbasis multimoda untuk mengurangi ketergantungan distribusi barang melalui jalan raya. Salah satunya dengan memperkuat angkutan logistik menggunakan kereta api dan kapal.

Load More