Bisnis / Energi
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:19 WIB
Sejumlah kendaraan mengantre mengisi BBM jenis Biosolar di SPBU [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 13 SPBU 24 jam dan 8 SPBU malam untuk mengurai antrean Biosolar di Palembang pada 22–23 Juli 2026.
  • Kebijakan hasil koordinasi dengan Pemprov Sumsel ini bertujuan mempermudah truk logistik sekaligus memperlancar distribusi BBM bersubsidi.
  • Dirut Mars Ega meninjau langsung SPBU di Palembang untuk memastikan Program Subsidi Tepat berbasis QR Code berjalan optimal.

Suara.com - Pertamina Patra Niaga memperkuat layanan penyaluran Biosolar bersubsidi di Kota Palembang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoperasikan 13 SPBU selama 24 jam, serta membuka layanan penyaluran Biosolar pada malam hari di 8 SPBU untuk membantu mengurai antrean kendaraan angkutan barang.

Layanan malam tersebut berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi truk dan kendaraan logistik yang beroperasi pada malam hari sekaligus memperlancar distribusi BBM bersubsidi kepada masyarakat.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan guna meningkatkan kualitas pelayanan penyaluran Biosolar bersubsidi.

"Layanan ini merupakan hasil koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan Biosolar bersubsidi kepada masyarakat. Kami juga terus memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman sehingga pelayanan di seluruh SPBU dapat berjalan optimal," ujar Alexander seperti dikutip, Kamis (23/7/2026).

Ilustrasi Antrean Kendaraan  untuk mengisi Biosolar. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Penguatan layanan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, yang meninjau SPBU 23.301.34 Noerdin Pandji dan SPBU 23.301.29 Kebun Bunga (Simpang Bandara), Palembang, Rabu (22/7).

Dalam kunjungan itu, Mars Ega menginspeksi proses penyaluran Biosolar bersubsidi melalui Program Subsidi Tepat berbasis QR Code. Ia juga berdialog dengan para pengemudi truk yang tengah mengisi BBM untuk mendengarkan langsung pengalaman serta masukan terkait pelayanan di SPBU.

Mars Ega menegaskan kehadiran manajemen di lapangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal sekaligus memastikan subsidi energi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

"Kami ingin memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan Biosolar bersubsidi memperoleh pelayanan yang nyaman. Karena itu kami hadir langsung di lapangan untuk melihat pelayanan, mendengar masukan konsumen, sekaligus memastikan Program Subsidi Tepat berjalan lancar," kata Mars Ega.

Secara nasional, implementasi Program Subsidi Tepat terus menunjukkan perkembangan. Hingga 22 Juli 2026, lebih dari 3,9 juta kendaraan pengguna Biosolar bersubsidi telah terdaftar dalam sistem, sementara jumlah kendaraan Pertalite yang telah terdaftar telah melampaui 12 juta unit.

Baca Juga: Jasa Barcode Bodong Pertamina Ramai, Alphard Sukses Isi Pertalite

Load More