Bisnis / Energi
Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:39 WIB
Kapal Tanker Pertamina [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan Program Beasiswa Calon Pelaut 2026 untuk memperkuat regenerasi sumber daya manusia maritim.
  • Direktur Armada Logistik Arif Yunianto menyatakan program ini melibatkan tujuh perguruan tinggi dengan 13 penerima beasiswa terpilih di Jakarta.
  • Lulusan program beasiswa tersebut dipersiapkan bergabung sebagai pelaut profesional guna memastikan kelancaran distribusi energi nasional.

Suara.com - Kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, minyak mentah (crude oil), hingga berbagai produk energi ke seluruh Indonesia ternyata sangat bergantung pada peran pelaut.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, transportasi laut menjadi tulang punggung penyaluran energi nasional.

Karena itu, PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat regenerasi sumber daya manusia (SDM) maritim melalui Program Beasiswa Calon Pelaut 2026. Program tersebut diharapkan mampu menyiapkan pelaut profesional yang akan mendukung keberlanjutan distribusi energi nasional di masa depan.

Pertamina Patra Niaga memiliki peran strategis memastikan pasokan BBM, LPG, minyak mentah, dan produk energi lainnya dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Keandalan distribusi tersebut sangat bergantung pada kompetensi para pelaut yang mengoperasikan armada logistik laut.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, mengatakan Indonesia membutuhkan pelaut yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dalam menjalankan tugas menjaga distribusi energi.

Kapal tanker milik Pertamina untuk distribusi BBM dan LPG ke wilayah pelosok. [Dokumentasi Pertamina].

"Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, garis pantai sepanjang lebih dari 100 ribu kilometer, serta wilayah laut mencapai sekitar 3,3 juta kilometer persegi. Kondisi tersebut menjadikan pelaut memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi energi nasional," ujar Arif di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Saat ini, Pertamina Patra Niaga didukung sekitar 2.500 pelaut yang menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan energi ke berbagai wilayah Indonesia. Untuk menjaga keberlanjutan operasional tersebut, perusahaan menyiapkan regenerasi melalui Program Beasiswa Calon Pelaut.

Pada 2026, program ini bekerja sama dengan tujuh perguruan tinggi pelayaran di Indonesia. Dari total 403 pendaftar, sebanyak 100 peserta lolos seleksi administrasi dan tes tertulis, kemudian 40 peserta mengikuti tahap wawancara, hingga akhirnya terpilih 13 penerima beasiswa terbaik.

Setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima beasiswa akan dipersiapkan untuk bergabung sebagai pelaut di PT Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga: Antrean Biosolar Diurai, 13 SPBU di Palembang Kini Buka 24 Jam

Arif menilai program tersebut merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan SDM maritim yang mampu menjawab kebutuhan distribusi energi nasional.

"Ketiga belas penerima beasiswa yang hari ini diresmikan merupakan calon generasi penerus pelaut Pertamina Patra Niaga. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pelaut yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian untuk memastikan energi terus hadir bagi masyarakat di seluruh Indonesia," tambah Arif.

Selain memperkuat kebutuhan SDM perusahaan, program tersebut juga diharapkan membuka akses pendidikan dan peluang karier di sektor maritim bagi generasi muda.

Load More