- Pengamat pertanian Khudori mendesak pemerintah menyusun peta jalan dan pembagian tugas rinci untuk proyek bioetanol atau E10.
- Proyek E10 menghadapi tantangan karena tetes tebu bahan baku bioetanol juga sudah diserap oleh industri bumbu masak, alkohol, dan kosmetik.
- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan hingga 50 pabrik bioetanol guna mengurangi impor bensin dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Suara.com - Pengamat pertanian Khudori mendesak pemerintah untuk menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas dan rinci dalam pengembangan industri bioetanol berbasis tebu. Ia mengingatkan pasokan tebu dalam negeri saat ini sudah diserap untuk berbagai industri dan karenanya proyek bensin campur etanol 10 persen atau E10 harus benar-benar disusun secara rinci sebelum diterapkan.
"Perlu peta jalan detail yang menuntun rencana kerja, cara mencapai, evaluasi hingga outcome," kata Khudori di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Ia mengatakan selain menyusun peta jalan, pemerintah juga perlu memastikan pembagian tugas yang jelas antarinstansi serta konsistensi pelaksanaan di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah mempercepat pengembangan bioetanol berbasis tebu untuk mendukung implementasi E10.
Khudori mengingatkan pengembangan bioetanol juga memerlukan kepastian pasokan bahan baku, termasuk tebu.
Tetes tebu yang selama ini menjadi bahan baku utama bioetanol juga dimanfaatkan oleh berbagai industri lain, seperti industri bumbu masak, alkohol, dan kosmetik.
"Bisakah dipastikan semua tetes, terutama milik swasta, akan disetor untuk program bahan bakar nabati dan diolah menjadi etanol? Bagaimana jika tetes tidak mungkin digeser? Apa alternatifnya?" ujar Khudori.
Pertamina New & Renewable Energy saat ini mengembangkan bioetanol dari berbagai bahan baku, tidak hanya tetes tebu, tetapi juga nira aren, sorgum, singkong, hingga jagung.
Saat ini penerapan bensin campuran etanol lima persen (E5) masih dilakukan secara terbatas di sekitar 170 SPBU Pertamina di Jawa Timur dan Jakarta.
Baca Juga: Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028
CEO Pertamina New & Renewable Energy John Anis memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 20 hingga 30 pabrik bioetanol baru dalam dua tahun ke depan untuk mendukung perluasan implementasi bahan bakar campuran etanol.
Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah menargetkan pembangunan hingga 50 pabrik bioetanol guna mengurangi ketergantungan impor bensin sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah juga tengah merevisi Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).
Revisi tersebut antara lain akan mengakomodasi penambahan kapasitas fasilitas pencampuran (blending) bioetanol.
Berita Terkait
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora
-
Calya hingga Xpander, Mana Mobil Bekas Paling Tangguh untuk Transisi ke Bioetanol E20?
-
Pertamina Siapkan Bioetanol untuk E20? Ini 5 Mobil Keluarga Bekas yang Aman
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI