- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewajibkan penggunaan bioetanol pada kendaraan di Indonesia mulai tahun 2027 mendatang.
- Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor BBM dengan mengolah bahan baku tebu, singkong, dan jagung.
- Penerapan bensin campur etanol berisiko menurunkan efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan sebesar 3,5 hingga 12 persen, seperti yang terjadi di India.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan mewajibkan bensin dicampur dengan 20 persen etanol atau E20 pada 2027, setelah berkaca pada kesuksesan program mandatori biodiesel B50.
Kebijakan bioetanol ini memiliki tujuan mulia, yakni mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM. Tapi masalahnya di India kebijakan yang sama telah membuat publik gusar, karena ternyata membuat konsumsi bahan bakar kendaraan lebih boros.
“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), etanol kita harus lakukan. Maka, mandatori akan kami lakukan 2027,” ucap Bahlil dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026)
Bahlil menjelaskan penerapan wajib bioetanol akan dibagi menjadi beberapa tahap, dengan tahap pertama mewajibkan campuran etanol sebesar 10–20 persen. Ia berharap campuran etanol dapat terus meningkat, sebagaimana yang kini diterapkan dalam mandatori biodiesel B50.
“Jadi tebu, singkong, kemudian jagung itu akan dikelola bersama-sama baik dengan Danantara, maupun Pertamina dan swasta yang lain,” ujar Bahlil.
Belajar dari India
Di India kebijakan mewajibkan bensin E20 mulai berlaku pada April kemarin dan kini warga mengeluhkan di media sosial bahwa konsumsi BBM mereka semakin boros, kinerja motor berkurang dan semakin banyak komponen kendaraan yang cepat rusak.
Pengguna kendaraan bermotor pada pekan lalu bahkan berdemonstrasi di Delhi karena merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut, demikian dilansir dari BBC.
Tetapi pemerintah India membantah adanya kenaikan konsumsi BBM atau kerusakan komponen kendaraan akibat kebijakan E20. Pemerintah mengatakan sebelum diterapkan, E20 sudah diuji coba di berbagai jenis kendaraan dan tak ada masalah seperti yang dikeluhkan oleh warga.
Baca Juga: Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
Sementara pada pekan lalu, enam produsen otomotif India - dalam jumpa pers bersama perwakilan pemerintah - mengumumkan bahwa berdasarkan data servis di bengkel-bengkel mereka tidak ditemukan bukti adanya kerusakan akibat penggunaan bensin E20.
Tetapi mereka mengakui bahwa penggunaan E20 menyebabkan efisiensi konsumsi bahan bakar di kendaraan turun hingga 3,5 persen karena etanol memiliki konten energi yang lebih rendah. Tetapi beberapa produsen otomotif mengatakan berkurangnya efisiensi bisa mencapai 12 persen.
Bagaimana di Indonesia?
Kementerian ESDM sebelumnya mengumumkan bahwa Indonesia akan mewajibkan penggunaan bensin dengan campuran etanol sebesar 5 persen atau mandatori E5 mulai Juli 2026 di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali dan Lampung.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan kewajiban penggunaan E5 pada Juli 2026 hanya berlaku di sejumlah titik, sebab terdapat keterbatasan pasokan bahan baku etanol.
Berita Terkait
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
BBM B50 Resmi Mengaspal, Target Stop Impor Solar Makin Dekat
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
-
Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?
-
Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung