Bisnis / Makro
Senin, 27 Juli 2026 | 13:46 WIB
Kopi premium asal Indonesia diborong konsumen China. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hma]
Baca 10 detik
  • Konsumen China dan Maroko memborong 38,4 ton kopi premium senilai 227.443 dolar AS dari Gudang SRG Gedebage Bandung.
  • Pengelola Gudang SRG Bandung menjadwalkan pengiriman lanjutan sebanyak delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash khusus ke China.
  • Keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan bahwa Sistem Resi Gudang mampu meningkatkan daya saing komoditas kopi nasional di pasar global.

Suara.com - Kopi premium asal Indonesia diburu para pembeli asing. Salah satunya, konsumen China yang memborong kopi premiem asal Indonesia.

Hal itu terlihat dari rencana pengiriman lanjutan sebanyak delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash setelah ekspor perdana dari Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) KAI-ASLI Gedebage, Bandung, berhasil dilakukan. Pengiriman dilakukan menuju dua negara tujuan, yakni Tiongkok dan Maroko.

Pada ekspor tahap pertama, total volume kopi yang dikirim mencapai 38,4 ton atau setara dua kontainer dengan nilai ekspor sebesar 227.443 dolar AS.

Rinciannya, satu kontainer berisi 19,2 ton Kopi Robusta Grade 2 senilai USD71.040 dikirim ke Maroko, sementara satu kontainer lainnya berisi 19,2 ton Kopi Arabica Semi Wash senilai 156.403 dolar AS diekspor ke China.

Ilustrasi Kopi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto, mengatakan bahwa keberhasilan ekspor ini menunjukkan semakin strategisnya peran Sistem Resi Gudang (SRG) dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

"Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa SRG tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi jembatan yang menghubungkan komoditas nasional dengan pasar internasional," ujar Budi di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Tingginya minat pasar China membuat pengelola Gudang SRG telah menjadwalkan pengiriman tahap berikutnya berupa delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash dengan total volume mencapai 153,6 ton.

Nilai ekspor lanjutan tersebut diperkirakan mencapai 1.251.225 dolar AS dan seluruhnya akan dikirim ke China.

Seluruh kopi premium yang diekspor berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa komoditas yang disimpan melalui Sistem Resi Gudang mampu mempertahankan kualitas sehingga memenuhi standar perdagangan internasional dan memiliki daya saing di pasar global.

Baca Juga: APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor

Selain menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, SRG kini juga dinilai berperan penting dalam mendukung rantai pasok perdagangan dan memperluas akses ekspor komoditas nasional.

Sebagai BUMN pertama yang menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG, PT KBI terus memperkuat ekosistem Sistem Resi Gudang melalui penyelenggaraan registrasi yang aman, transparan, dan akuntabel.

"Sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia akan terus memperkuat tata kelola, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin luas serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Budi.

Load More