- PT Pos Indonesia membayar imbal hasil sukuk senilai Rp24,12 miliar melalui KSEI pada Jumat, 24 Juli 2026.
- Pembayaran periode keenam tersebut dilakukan di Jakarta untuk memenuhi komitmen finansial perusahaan kepada para investor sukuk.
- Langkah konsisten pemenuhan kewajiban finansial ini bertujuan menjaga kredibilitas dan mempertahankan kepercayaan investor di pasar modal.
Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) telah membayarkan kupon atau imbal hasil Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp24,12 miliar.
Pembayaran imbal hasil untuk periode ke-6 tersebut dilakukan pada Jumat (24/7/2026) dengan total nilai mencapai Rp24.118.750.000. Dana tersebut telah disalurkan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai lembaga penyelenggara administrasi efek.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia (Persero), Iwan Gunawan, mengatakan pembayaran imbal hasil tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban kepada investor sesuai ketentuan yang telah disepakati saat penerbitan sukuk.
"Perseroan akan terus mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan prinsip keterbukaan informasi kepada seluruh pemangku kepentingan," ujar Iwan di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Adapun sukuk yang dibayarkan merupakan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C dengan kode SIPOST01ACN1, SIPOST01BCN1, dan SIPOST01CCN1. Pembayaran dilakukan pada 24 Juli 2026 untuk periode imbal hasil ke-6.
Menurut Iwan, pemenuhan kewajiban finansial tersebut sekaligus menjadi upaya Pos Indonesia dalam menjaga kredibilitas perusahaan di pasar modal.
Meski pembayaran sempat mengalami penundaan, langkah tersebut mencerminkan fundamental perusahaan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
"Kepercayaan investor merupakan aset penting bagi Perseroan. Karena itu, kami akan terus memastikan setiap kewajiban dipenuhi secara tepat waktu sekaligus menerapkan prinsip transparansi sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal," katanya.
Selain menjaga komitmen kepada investor, Pos Indonesia juga terus melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat kinerja bisnis.
Baca Juga: BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?
Perseroan menegaskan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) tetap menjadi landasan dalam menjalankan transformasi sebagai BUMN yang maju dan berdaya saing.
Melalui pemenuhan kewajiban pembayaran imbal hasil sukuk secara konsisten, Pos Indonesia berharap dapat terus mempertahankan kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisinya di pasar modal Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Sekjen Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Gerakan Pangan Murah
-
Dukung Program BRIvolution Reignite, BRI Catat Pertumbuhan Aset Impresif
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
-
Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang