Bisnis / Makro
Senin, 27 Juli 2026 | 20:11 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. [Instagram @menkeuri]
Baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian mengumumkan anggaran pemulihan bencana banjir Sumatra sebesar Rp 100,1 triliun hingga tahun 2028.
  • Pemerintah menyalurkan dana Rp 31,1 triliun pada tahun 2026 untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas umum.
  • Berbagai kementerian terkait menggunakan dana tersebut untuk pembangunan jalan, sekolah, hunian tetap, serta penyaluran bantuan sosial.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan anggaran pemulihan bencana banjir Sumatra mencapai Rp 100,1 triliun. Anggaran ini berlaku untuk provinsi terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat selama tiga tahun hingga 2028.

Mendagri sekaligus Ketua Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi-Rekonstruksi Bencana Sumatera ini mengungkapkan kalau jumlah anggaran tersebut adalah hasil usulan dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait yang tergabung dalam Satgas. Ini juga berasal dari usulan Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak banjir.

"Itu selama tiga tahun sampai tahun 2028 totalnya Rp 100,1 triliun," kata Tito di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (27/7/2026).

Namun sejak awal tahun 2026, Pemerintah juga sudah menyalurkan anggaran sebanyak Rp 10,6 triliun untuk tiga provinsi maupun kota-kota terdampak bencana banjir Sumatra.

Dari anggaran ini, Tito menggenjot Pemda untuk bekerja memulihkan wilayahnya seperti membangun jalan, memperbaiki jembatan, sekolah, dan fasilitas terdampak lain.

Selain itu, Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 39 triliun untuk K/L tergabung Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi-Rekonstruksi Bencana Sumatera tahun ini.

Dari dana itu, Tito menyebut sekitar Rp 31,1 triliun telah dicairkan dan ditransfer oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Rincinya, dana itu digunakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebanyak Rp 21,1 triliun untuk perbaikan infrastruktur, jalan, jembatan, hingga sungai.

Kemudian sekitar Rp 4 triliun dipakai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperbaiki 4.992 sekolah yang terdampak di tiga provinsi.

Baca Juga: Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra

Ada pula Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membangun hunian tetap (huntap) sebanyak Rp 2,3 triliun di tahun 2026. Selanjutnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekitar Rp 562 miliar untuk puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), klinik, dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Kemudian Kementerian Sosial (Kemensos) dengan anggaran Rp 2,5 triliun untuk bantuan sosial (bansos) yang sudah disalurkan oleh Kementerian Keuangan. Terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan validasi penerima bansos dan lainnya.

Load More