- Mendagri Tito Karnavian meminta Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa segera menyetujui tambahan anggaran Rp 6 triliun di Jakarta, Senin (27/7/2026).
- Dana tersebut diajukan untuk memulihkan kerusakan wilayah bencana banjir Sumatra di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
- Alokasi dana mencakup perbaikan sektor pertanian, kelautan, fasilitas keagamaan, serta pemulihan usaha mikro dan kecil.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mencairkan tambahan anggaran sekitar Rp 6 triliun untuk pemulihan wilayah terdampak bencana banjir Sumatra yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Mendagri mengadu lantaran ada empat kementerian/lembaga (K/L) yang membutuhkan tambahan anggaran untuk pemulihan di sektor terkait. Ia tak menampik tambahan dana itu masih dalam proses pengajuan dan masih ada dokumen administratif yang perlu diselesaikan.
"Nah ini yang empat ini, saya memohon totalnya lebih kurang 6 triliun. Itu mohon di-approve," kata Tito di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (27/7/2026).
K/L pertama yang memerlukan tambahan anggaran tersebut adalah Kementerian Pertanian (Kementan) dengan dana sekitar Rp 2,6 triliun. Tito menyebut kalau dana itu bakal dipakai untuk memperbaiki sawah dan perkebunan yang rusak.
"Meskipun saya tahu Bapak Mentan (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) sudah menggunakan agaran regulernya yang di-refocusing sementara ini, sebelum turun tambahan dari Menteri Keuangan. Itu sudah bergerak perbaikan sawah-sawah dan lain-lain," beber dia.
Kedua yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membutukan tambahan anggaran Rp 1,5 triliun. Tito menyatakan kalau dana itu dipakai untuk memperbaiki tambak udang dan ikan yang rusak dengan luas puluhan ribu hektare.
"Ini Pak Menteri KKP (Sakti Wahyu Trenggono) pun sudah bergerak dua minggu lalu untuk melakukan perbaikan. Tapi masih menggunakan dana regulernya, bukan dana tambahan dari Kementerian Keuangan," imbuhnya.
Ketiga yakni Kementerian Agama (Kemenag) dengan tambahan anggaran Rp 484 miliar untuk perbaikan pondok pesantren, madrasah, hingga rumah ibadah yang rusak.
Keempat yaitu Kementerian UMKM dengan tambahan anggaran Rp 600 miliar. Dana ini nantinya dipakai untuk perbaikan warung, kafe, dan UMKM yang terdampak bencana banjir Sumatra.
Baca Juga: Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
"Tahun ini saja Rp415 miliar kalau enggak salah, yang akan diperbaiki, dibantu oleh Menteri UMKM Pak Maman," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Tito Karnavian Minta Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Dipercepat
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang