Bisnis / Energi
Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41 WIB
Ilustrasi pengisian avtur pesawat terbang. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • PT ESSA SAF Makmur resmi menangguhkan pengembangan proyek Sustainable Aviation Fuel sejak tanggal 27 Juli 2026.
  • Penangguhan proyek avtur ramah lingkungan ini dilakukan setelah perusahaan mengevaluasi berbagai faktor strategis dan kondisi pasar.
  • Manajemen memastikan keputusan penghentian sementara tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi finansial maupun operasional perusahaan.

Suara.com - Emiten energi dan kimia, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memutuskan untuk menghentikan sementara pengembangan proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF). Proyeksi tersebut akan mengolah bahan baku rendah karbon, termasuk minyak jelantah (used cooking oil/UCO), menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau avtur.

Keputusan tersebut diambil melalui anak usahanya, PT ESSA SAF Makmur (ESM), setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis serta kondisi pasar terkini. Penangguhan proyek berlaku efektif sejak 27 Juli 2026.

Legal Manager & Corporate Secretary PT ESSA Industries Indonesia Tbk, Shinta DU Siringoringo, mengatakan langkah tersebut bukan berarti perusahaan membatalkan proyek SAF secara permanen.

Shinta menjelaskan, ESSA tetap berkomitmen mengembangkan bisnis rendah karbon dan akan terus memantau dinamika pasar sebelum melanjutkan proyek tersebut.

"ESSA tetap memiliki komitmen terhadap pengembangan bisnis rendah karbon dan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasar, peluang bisnis, perkembangan teknologi, serta faktor-faktor strategis lainnya guna menentukan waktu yang tepat untuk melanjutkan pengembangan Proyek SAF berdasarkan hasil evaluasi ESM," ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selas (28/7/2026).

Ilustrasi Minyak jelantah. [Istimewa]

Perseroan menegaskan keputusan tersebut hanya menyangkut pengembangan proyek SAF dan tidak memengaruhi operasional bisnis utama ESSA maupun anak perusahaan lainnya.

Seluruh kegiatan usaha perusahaan tetap berjalan sesuai strategi bisnis dan rencana kerja yang telah ditetapkan. ESSA juga memastikan tidak ada dampak hukum yang material akibat penangguhan proyek tersebut.

Dari sisi keuangan, manajemen menyebut penghentian sementara proyek SAF tidak memengaruhi kondisi finansial perseroan secara signifikan.

"Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis ESM dalam melakukan evaluasi atas pengembangan proyek, sehingga ESSA tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola alokasi modal dan mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi Pemegang Saham," kata Shinta.

Baca Juga: Pemegang Kupon Siap-siap, Medco Energi Mau Lunasi Obligasi Rp600 Miliar

Menurutnya, keputusan tersebut justru memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola modal secara lebih optimal sambil menunggu momentum yang lebih tepat untuk melanjutkan proyek pengembangan SAF.

ESSA juga memastikan bahwa kelangsungan usaha perseroan tetap terjaga dan seluruh kegiatan operasional berjalan normal. Perusahaan akan terus mengevaluasi perkembangan pasar, teknologi, serta peluang bisnis guna menentukan waktu terbaik untuk mengaktifkan kembali proyek pengembangan avtur ramah lingkungan tersebut.

Load More