Bisnis / Keuangan
Selasa, 28 Juli 2026 | 11:50 WIB
Jajaran Direksi PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi). [Dok MEDC].
Baca 10 detik
  • PT Medco Energi Internasional Tbk menyiapkan dana pelunasan obligasi senilai Rp600 miliar yang jatuh tempo tanggal 9 September 2026.
  • Sumber dana pelunasan pokok tersebut berasal dari hasil penerbitan obligasi baru pada bulan Juli tahun 2025 lalu.
  • Langkah pelunasan ini menunjukkan likuiditas memadai serta komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor pasar obligasi.

Suara.com - Emiten minyak dan gas, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tengah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan IV Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2021 Seri B senilai Rp600 miliar. Surat utang tesebut bakal jatuh tempo pada 9 September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi, Selasa, 28 Juli 2026, Dana untuk pelunasan pokok obligasi telah ditempatkan di rekening escrow perusahaan, sedangkan dana pembayaran kupon berada di rekening giro perseroan.

Perseroan mengungkapkan sumber dana pelunasan pokok obligasi berasal dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2025 pada Juli 2025.

Obligasi tersebut diterbitkan dengan nilai total Rp1 triliun, yang salah satu tujuannya digunakan untuk melunasi obligasi rupiah Medco Energi yang jatuh tempo sepanjang 2026, termasuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2021 Seri B.

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) atau MedcoEnergi. [MedcoEnergi]

Medco juga menegaskan komitmennya untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada pemegang obligasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Adapun, pelunasan obligasi pada 9 September 2026 dan hingga saat ini tidak memiliki rencana mengubah keputusan maupun ketentuan lain terkait pelunasan surat utang tersebut.

Kesiapan dana tersebut menjadi sinyal bahwa Medco Energi memiliki likuiditas yang memadai untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo, sekaligus menjaga kepercayaan investor di pasar obligasi.

Pelunasan juga merupakan bagian dari strategi pengelolaan utang perseroan melalui skema refinancing menggunakan penerbitan obligasi baru.

Baca Juga: Asing Banyak Lepas, BBNI Mau Buyback Saham Rp627 Miliar

Load More