- Rupiah melemah ke level Rp18.106 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak mentah global pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia turut memberikan sentimen negatif domestik yang menekan pergerakan nilai tukar rupiah.
- Sebagian besar mata uang Asia lainnya mengalami penguatan, sementara rupiah bersama beberapa mata uang lain tercatat melemah.
Suara.com - Rupiah masih mengalami tekanan yang belum berhenti terhadap dolar Amerika Serikat. Pada pembukaan pagi ini, mata uang Garuda sudah tembus Rp18.100.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 29 Juli 2026 dibuka ke level Rp 18.106 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 23 poin atau 0,13 persen dari pekan sebelumnya yang ada di Rp18.083per dolar AS.
Sejalan dengan itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga melemah ke level Rp18.088 per dolar AS, turun 0,52 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini disebabkan kenaikan minyak mentah yang melonjak.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS oleh harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah," katanya.
Dia juga menambahkan, faktor domestik juga memberikan sentimen negatif pada rupiah. Hal ini membuat mata uang Garuda masih belum pulih.
"Sentimen domestik diperkirakan juga masih negatif paska pengunduran diri gubernur BI. Range 18000-18100," ujarnya.
Sementara itu, mata uang Asia Asia tenggara mengalami penguatan. Hanya rupiah, dolar Singapura dan baht Thailand mengalami pelemahan.
Namun, pelemahan mata uang Taiwan yang paling dalam di Asia dengan anjlok 0,29 persen. Disusul won Korea Selatan yang turun 0,07 persen dan dolar Singapura yang melemah 0,05 persen.
Baca Juga: Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
Sedangkan, ringgit Malaysia menjadi mata uang yang menguat dengan naik 0,09 persen. Diikuti peso Filipina terangkat 0,05 persen dengan yen Jepang juga mencatat positif.
Berita Terkait
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.982 per Dolar AS, S&P Jadi Penopang Utama
-
Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Tekanan Belum Reda, Rupiah Tembus Rp18.106 per Dolar AS
-
Rampok Toko Emas Pakai Senjata Organik Polri, Briptu MZ Dipecat Polda Aceh
-
Antara Romansa dan Pembunuhan Berantai: Pesona Dream Man Karya Linda Howard
-
Pemerintah Puji Kinerja BRI dalam Mendorong Program 3 Juta Rumah Lewat KUR Perumahan
-
Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan
-
Percepat Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Apresiasi
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
-
Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional
-
Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian