- Nilai tukar rupiah menguat 23 poin ke level Rp18.068 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.
- Penguatan rupiah dipicu data inflasi Amerika Serikat yang lemah sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
- Sentimen positif juga didorong oleh keputusan lembaga S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di tengah kondisi global.
Suara.com - Rupiah konsisten menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan hari ini, Rabu (15/7/2026). Meski demikian, nilai tukar rupiah masih di atas level Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 18.068 per dolar Amerika AS, menguat 23 poin atau 0,13 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.091 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai penguatan ini disebabkan oleh faktor global. Salah satunya, inflasi di Amerika Serikat yang membuat rupiah menguat.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS, didukung oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu menurunnya ekspektasi pada the Fed untuk menaikkan suku bunga," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, rupiah juga masih didukung oleh dipertahankannya kredit rating Indonesia oleh S&P. Penguatan terbatasi oleh memanasnya geopolitik di timteng dan naiknnya harga minyak dunia.
"Untuk besok, investor akan kembali menantikan data inflasi AS, kali ini tingkat produsen, yang apabila juga di bawah ekspektasi akan bisa kembali mendukung rupiah. Range 18.000 - 18.100," jelasnya.
Sementara itu, mata uang di Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,42 persen.
Won Korea Selatan juga tertekan 0,15 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup terkoreksi 0,06 persen. Lalu, rupee India tergelincir 0,04 persen. Berikutnya, yen Jepang terdepresiasi 0,01 persen, dolar Hong Kong turun 0,009 persen dan disusul dolar Singapura yang melemah tipis 0,008 persen.
Sementara ringgit Malaysia berada satu level di bawah rupiah setelah terkerek 0,032 persen terhadap the greenback. Kemudian ada yuan China terangkat 0,031 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup naik 0,028 persen pada hari ini.
Berita Terkait
-
Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
-
Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
-
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru
-
Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket
-
Cemburu Lihat Tanda Merah di Leher, Suami Habisi Nyawa Istri Saat Main HP