Bisnis / Keuangan
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 23 poin ke level Rp18.068 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat 23 poin ke level Rp18.068 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.
  • Penguatan rupiah dipicu data inflasi Amerika Serikat yang lemah sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
  • Sentimen positif juga didorong oleh keputusan lembaga S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di tengah kondisi global.

Suara.com - Rupiah konsisten menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan hari ini, Rabu (15/7/2026). Meski demikian, nilai tukar rupiah masih di atas level Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 18.068 per dolar Amerika AS, menguat 23 poin atau 0,13 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.091 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai penguatan ini disebabkan oleh faktor global. Salah satunya, inflasi di Amerika Serikat yang membuat rupiah menguat.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS, didukung oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu menurunnya ekspektasi pada the Fed untuk menaikkan suku bunga," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, rupiah juga masih didukung oleh dipertahankannya kredit rating Indonesia oleh S&P. Penguatan terbatasi oleh memanasnya geopolitik di timteng dan naiknnya harga minyak dunia.

"Untuk besok, investor akan kembali menantikan data inflasi AS, kali ini tingkat produsen, yang apabila juga di bawah ekspektasi akan bisa kembali mendukung rupiah. Range 18.000 - 18.100," jelasnya.

Sementara itu, mata uang di Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,42 persen.

Won Korea Selatan juga tertekan 0,15 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup terkoreksi 0,06 persen. Lalu, rupee India tergelincir 0,04 persen. Berikutnya, yen Jepang terdepresiasi 0,01 persen, dolar Hong Kong turun 0,009 persen dan disusul dolar Singapura yang melemah tipis 0,008 persen.

Sementara ringgit Malaysia berada satu level di bawah rupiah setelah terkerek 0,032 persen terhadap the greenback. Kemudian ada yuan China terangkat 0,031 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup naik 0,028 persen pada hari ini.

Baca Juga: Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Load More