Bisnis / Keuangan
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:14 WIB
Harga cabai naik. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat kenaikan harga pangan di pasar tradisional pada 29 Juli 2026.
  • Lonjakan harga tertinggi melanda kelompok cabai merah besar, minyak goreng kemasan, serta telur ayam ras di seluruh Indonesia.
  • Sebagian komoditas seperti cabai rawit hijau dan daging sapi justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

Suara.com - Menginjak akhir bulan, tren harga sejumlah komoditas pangan utama di pasar tradisional seluruh Indonesia kembali menunjukkan grafik peningkatan.

Berdasarkan data rata-rata nasional dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia pada Rabu (29/7/2026) pukul 10.50 WIB, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, minyak goreng, hingga telur ayam ras.

Meski mayoritas bahan pokok mengalami tren kenaikan, pergerakan harga di pasar tidak sepenuhnya searah. Beberapa komoditas justru mencatatkan penurunan harga yang cukup signifikan, memberikan sedikit angin segar bagi daya beli masyarakat.

Berikut adalah rincian pergerakan harga komoditas pangan di pasar tradisional berdasarkan data PIHPS Nasional:

Kenaikan harga tertinggi dipimpin oleh komoditas cabai merah besar dan minyak goreng kemasan. Rincian pergerakannya adalah sebagai berikut:

  • Cabai Merah Besar: Melonjak tajam 11,31 persen (Rp5.425) menjadi Rp53.450 per kg.
  • Cabai Merah Keriting: Mengalami kenaikan 10,76 persen (Rp4.955) menjadi Rp50.950 per kg.
  • Cabai Rawit Merah: Terkerek naik 7,04 persen (Rp3.850) menjadi Rp58.550 per kg.
  • Bawang Merah (Sedang): Naik 6,6 persen (Rp2.800) menjadi Rp45.250 per kg.
  • Bawang Putih (Sedang): Meningkat 2,68 persen (Rp1.150) menjadi Rp44.050 per kg.

Kelompok Kebutuhan Pokok: Beras, Minyak, dan Gula

Pergerakan harga pada kelompok bahan pokok harian juga didominasi oleh zona merah (kenaikan harga), terutama pada produk minyak goreng bermerek:

  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Melonjak 10,93 persen (Rp2.650) menjadi Rp26.900 per kg.
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Naik 10,04 persen (Rp2.335) menjadi Rp25.750 per kg.
  • Minyak Goreng Curah: Naik 3,91 persen (Rp800) menjadi Rp21.250 per kg.
  • Gula Pasir Kualitas Premium: Mengalami kenaikan 6,16 persen (Rp1.250) menjadi Rp21.550 per kg.
  • Gula Pasir Lokal: Naik tipis 0,52 persen (Rp100) menjadi Rp19.200 per kg.
  • Beras Kualitas Bawah I: Naik 3,39 persen (Rp500) menjadi Rp15.250 per kg.
  • Beras Kualitas Bawah II: Naik 3,09 persen (Rp450) menjadi Rp15.000 per kg.
  • Beras Kualitas Medium I: Terkerek 0,91 persen (Rp150) menjadi Rp16.550 per kg.
  • Beras Kualitas Super II: Naik 1,46 persen (Rp250) menjadi Rp17.400 per kg. (Catatan: Beras Kualitas Super I terpantau stabil di level Rp17.700 per kg).

Kelompok Protein Hewani

Sumber protein hewani turunan ayam mengalami kenaikan, sementara komoditas daging sapi justru bergerak turun:

Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

  • Telur Ayam Ras Segar: Naik 5,57 persen (Rp1.650) menjadi Rp31.250 per kg.
  • Daging Ayam Ras Segar: Naik tipis 0,13 persen (Rp50) menjadi Rp38.950 per kg.
  • Deretan Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga

Di tengah gelombang kenaikan harga, masyarakat masih bisa bernapas lega lantaran beberapa komoditas pangan penting mencatatkan penyusutan harga. Penurunan paling drastis terjadi pada komoditas cabai rawit hijau:

Cabai Rawit Hijau: Anjlok 23,56 persen (Rp12.250) menjadi Rp39.750 per kg.

Daging Sapi Kualitas 1: Turun 3,15 persen (Rp4.750) menjadi Rp146.050 per kg.

Daging Sapi Kualitas 2: Menyusut 0,88 persen (Rp1.250) menjadi Rp140.600 per kg.

Beras Kualitas Medium II: Turun tipis 0,62 persen (Rp100) menjadi Rp16.100 per kg.

Load More