Bisnis / Keuangan
Rabu, 29 Juli 2026 | 18:41 WIB
ilustrasi tambang batu bara
Baca 10 detik
  • PT Bumi Etam Chemical memulai Proyek Strategis Nasional gasifikasi batubara di Kutai Timur pada 29 Juli 2026.
  • Perusahaan menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Istana Karang Laut dan CNCEC di Jakarta untuk tahap awal.
  • Proyek hilirisasi ini bertujuan mengurangi impor metanol nasional serta memperkuat kemandirian industri kimia dalam negeri.

Suara.com - PT Bumi Etam Chemical (BEC) secara resmi memulai tahapan awal Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi batu bara atau Coal to Methanol  di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Langkah tersebut diambil guna mengurangi ketergantungan impor metanol nasional,

Tahapan awal tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Presiden Direktur BEC Rio Supin menegaskan, kesepakatan ini menjadi fondasi awal menuju fase konstruksi fasilitas produksi metanol dari batu bara guna memperkuat industri hulu kimia dalam negeri.

Penandatanganan kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) di Jakarta, Rabu (29/7/2026). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

"Dimulainya tahapan FEED akan menjadi pondasi bagi pelaksanaan proyek secara terukur dan berkelanjutan guna mendukung program hilirisasi nasional, mengurangi ketergantungan impor metanol, serta memperkuat kemandirian industri kimia nasional," ujar Rio.

Fasilitas Coal to Methanol ini nantinya akan mengkonversi batu bara menjadi metanol yang berfungsi sebagai bahan baku strategis untuk berbagai sektor industri domestik, termasuk petrokimia, manufaktur, dan energi.

BEC merupakan perusahaan patungan antara PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC)—unit usaha Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk—yang dibentuk untuk memenuhi kewajiban hilirisasi atau peningkatan nilai tambah batubara.

Melalui sinergi bersama IKL dan CNCEC, proyek hilirisasi ini ditargetkan tidak hanya mampu memangkas volume impor metanol, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri kimia nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendongkrak aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.

Load More