Bisnis / Makro
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:05 WIB
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menilai berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikembangkan di wilayahnya menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto ist.
Baca 10 detik
  • PSN Papua Selatan dorong ketahanan pangan dan energi nasional.
  • Proyek bioetanol serap 3.500 pekerja, target 15 ribu pada 2027.
  • Pemprov minta 80% tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal Papua.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua Selatan menilai berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikembangkan di wilayahnya menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, pembangunan yang dijalankan pemerintah berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengembangan sawah skala besar untuk produksi beras serta pembangunan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan industri bioetanol.

"Tujuan utama pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semua negara melakukan pembangunan dengan satu tujuan, yaitu agar rakyatnya hidup lebih sejahtera," kata Apolo, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh terhambat oleh perdebatan politik maupun kampanye penolakan yang berkembang di tengah masyarakat. Justru, berbagai persoalan sosial yang selama ini menjadi tantangan di Papua perlu dijawab melalui peningkatan kesejahteraan dan pembukaan peluang ekonomi baru.

Apolo menjelaskan, PSN di Papua Selatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Salah satu proyek yang telah menunjukkan dampak ekonomi adalah pengembangan perkebunan tebu terintegrasi bioetanol. Saat ini, proyek tersebut telah menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja dan ditargetkan meningkat menjadi 15 ribu pekerja pada 2027.

Pemerintah daerah juga mendorong agar manfaat ekonomi proyek lebih banyak dinikmati masyarakat setempat. Untuk itu, Pemprov Papua Selatan meminta perusahaan pelaksana proyek mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal.

"Kami meminta agar sekitar 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua Selatan," ujarnya.

Apolo menegaskan, keberadaan proyek-proyek strategis tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara yang selama ini diharapkan masyarakat. Karena itu, pembangunan perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Di sisi lain, pemerintah mengakui masih terdapat perbedaan pandangan terkait pelaksanaan PSN. Namun, menurut Apolo, dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam setiap proses pembangunan.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat agar dapat menilai manfaat dan tantangan pembangunan secara objektif.

Selain aspek ekonomi, Apolo memastikan seluruh proyek tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui pemenuhan analisis dampak lingkungan dan program pengelolaan serta pemantauan secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, Pemprov Papua Selatan berharap PSN mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua.

"Pembangunan harus diukur dari meningkatnya taraf hidup masyarakat. Itu yang menjadi fokus utama kami," pungkas Apolo.

Load More