- Zaid Burhan Ibrahim dari BPDP menyatakan industri sawit Indonesia menghadapi kampanye negatif internasional di Pangkalan Bun pada Rabu (29/7/2026).
- Tudingan miring tersebut muncul akibat tingginya produktivitas sawit yang mengancam persaingan bisnis minyak nabati global lainnya.
- BPDP menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi kampanye negatif serta membenahi berbagai tantangan industri di dalam negeri.
Suara.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyoroti maraknya kampanye negatif (black campaign) yang menyerang industri kelapa sawit Indonesia di pasar internasional.
Narasi miring yang terus dihembuskan di luar negeri tersebut dinilai bukan semata-mata isu lingkungan, melainkan erat kaitannya dengan persaingan bisnis minyak nabati global.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim mengungkapkan bahwa keunggulan produktivitas sawit Indonesia yang sangat tinggi kerap dianggap sebagai ancaman kompetitif bagi produsen minyak nabati jenis lain di tingkat global.
"Masih terdapat kampanye negatif terkait dengan sawit Indonesia. Kalau di luar negeri itu kampanyenya mungkin karena salah satu terkait dengan persaingan," katanya dalam media briefing yang digelar di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, sawit justru bisa memberikan dampak luar biasa untuk bahan bakar minyak nabati. Makanya ia menganggap kalau black campaign sawit RI sebagai persaingan potensial untuk bisnis globa.
"Jadi image-nya dibuat, dikesankan ada kampanye-kampanye negatif," lanjut dia.
Zaid mengklaim keunggulan sawit memang sulit ditandingi oleh komoditas minyak nabati lain seperti kedelai (soybean) atau bunga matahari (sunflower).
Sebab kelapa sawit mampu menghasilkan hingga 4 ton minyak per hektar, jauh melampaui kedelai yang hanya menghasilkan 0,4 ton per hektar dan bunga matahari sebesar 0,6 ton per hektar.
Lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu menganggap kalau hal itulah yang menjadikan sawit sebagai the most land efficient vegetable oil crop, di mana kebutuhan minyak nabati dunia dapat dipenuhi dengan penggunaan lahan yang jauh lebih efisien.
Baca Juga: Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
Selain tekanan dari luar negeri, Zaid mengakui industri sawit nasional juga masih memiliki tantangan dari dalam negeri. Beberapa di antaranya adalah upaya peningkatan produktivitas pekebun swadaya, penyelesaian legalitas lahan, serta pemenuhan tuntutan praktik perkebunan berkelanjutan dan energi bersih.
Untuk membendung kampanye negatif sekaligus membenahi sektor hulu hingga hilir, BPDP menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, media, hingga petani rakyat.
"Semua tantangan-tantangan tersebut tidak mungkin dijawab hanya oleh satu pihak. Untuk itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, lembaga riset, media, dan tentu saja para pekebun yang memang perlu kita perhatikan secara terus-m
enerus," jelas Zaid.
Berita Terkait
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby
-
5 Cushion untuk Kulit Kering agar Makeup Tidak Crack, Hasil Dewy dan Glowing
-
Aceh Pacu Pemulihan Lahan Pertanian, Serapan Anggaran Tembus Rp231 Miliar
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
-
Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global