- Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan sebanyak 96 ribu pelaku UMKM telah memanfaatkan KUR Perumahan sejak dimulai September atau Oktober hingga Kamis (30/7/2026).
- Pemerintah memutuskan menaikkan kuota pembiayaan KUR Perumahan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun akibat tingginya minat masyarakat.
- KUR Perumahan yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berfungsi melengkapi program pembiayaan rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantre untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. .
Ia mencatat, hingga kini sebanyak 96 ribu pelaku UMKM sudah memanfaatkan KUR Perumahan.
Maruarar mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap KUR Perumahan membuat pemerintah memutuskan menaikkan plafon pembiayaan program tersebut.
"Dari sisi permintaan, sekitar 96 ribu pelaku UMKM telah menikmati KUR Perumahan, padahal program ini belum berjalan genap satu tahun. Program ini baru dimulai sekitar September atau Oktober. Artinya, program yang Bapak ciptakan terserap sangat baik oleh masyarakat," ujar Maruarar dalam acara akad massal rumah subsidi FLPP yang disiarkan secara daring, Kamis (30/7/2026).
Menurut Maruarar, kuota KUR Perumahan kemudian dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh akses pembiayaan.
"Karena itulah kuotanya dinaikkan oleh Pak Airlangga dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar semakin banyak rakyat Indonesia yang dapat menikmatinya," ujarnya.
Ia menjelaskan KUR Perumahan menjadi pelengkap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Jika FLPP ditujukan untuk pembiayaan kepemilikan rumah subsidi, KUR Perumahan diarahkan untuk mendukung ekosistem sektor perumahan, termasuk pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan rumah.
"FLPP merupakan sisi pembiayaan rumah subsidi, sedangkan KUR Perumahan berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," pungkas Maruarar.
Baca Juga: Kuota KPR Subsidi Masih Banyak, Ditargetkan 100 Ribu Rumah di 2028
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar
-
PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme
-
DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat
-
'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya
-
Jurnalis-Masyarakat Sipil di Medan Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng