Bisnis / Makro
Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:21 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukimam Maruarar Sirait. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • KUR Perumahan putar ekonomi Rp6,9 triliun.
  • Toko bangunan, pengembang, dan kontraktor ikut terdorong.
  • BRI jadi penyalur terbesar KUR Perumahan, BTN unggul di FLPP.

Suara.com - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mulai menunjukkan efek berganda terhadap perekonomian nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, penyaluran KUR Perumahan telah menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp6,9 triliun, yang mengalir ke berbagai sektor pendukung pembangunan rumah.

Menurut Maruarar, KUR Perumahan tidak hanya menjadi sumber pembiayaan bagi sektor properti, tetapi juga menghidupkan rantai pasok industri konstruksi, mulai dari toko bangunan, pengembang hingga kontraktor.

"Untuk pengembang sekitar Rp1,103 triliun, kepada kontraktor sekitar Rp299 miliar. Total perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,9 triliun," kata Maruarar dalam acara akad massal rumah subsidi FLPP yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

Maruarar merinci, pembiayaan KUR Perumahan yang telah tersalurkan mencapai sekitar Rp1,36 triliun kepada toko bangunan, Rp1,103 triliun kepada pengembang perumahan, serta Rp299 miliar kepada kontraktor.

Ia menegaskan, program KUR Perumahan dirancang untuk memperkuat ekosistem sektor perumahan nasional. Skema tersebut melengkapi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang selama ini berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah subsidi bagi masyarakat.

Menurutnya, tingginya realisasi penyaluran KUR Perumahan menunjukkan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha di sektor properti.

Maruarar juga mengungkapkan adanya perbedaan peran bank penyalur dalam dua program tersebut. Untuk pembiayaan rumah subsidi melalui FLPP, penyaluran terbesar masih dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Sementara itu, dalam program KUR Perumahan, posisi penyalur terbesar ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

"Untuk rumah subsidi, bank penyalur terbesar tetap BTN. Sedangkan untuk KUR Perumahan, penyalur terbesar adalah BRI," ujarnya.

Ia menilai, pembiayaan melalui KUR Perumahan tidak hanya membantu pengembang memperoleh akses modal kerja, tetapi juga memberikan efek berganda bagi pelaku usaha lain yang terlibat dalam pembangunan rumah. Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan, permintaan terhadap bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga tenaga kerja juga ikut terdorong sehingga memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional.

Baca Juga: UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun

Load More