- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.111 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026.
- Pelemahan rupiah disebabkan oleh ketegangan geopolitik Timur Tengah serta pengunduran diri Perry Warjiyo.
- Mayoritas mata uang Asia turut mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada hari yang sama.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan, Kamis, 30 Juli 2026. Padahal, mata uang Garuda sempat menguat tipis pada pembukaan pagi ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 18.111 per dolar AS atau melemah 38 poin atau 0,21 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.073 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih jadi penghambat rupiah bergerak menguat.
"Rupiah dan mata uang regional ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah kekuatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menambahkan, rupiah juga masih tertekan imbas sentimen negatif domestik paska pengunduruan diri tiba-tiba Perry Warjiyo.
"Rupiah berpotensi masih dalama tekanan apabila geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Rupiah juga bergantung pada rilis date ekonomi AS yaitu inflasi dan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua," jelasnya.
Sementara itu mayoritas mata uang Asia melemah. Baht Thailand paling anjlok dengan 0,61 persen. Disusul oleh dolar Taiwan yang melemah 0,31 persen. Lalu ada peso Filipina yang anjlok 28 persen.
Selain itu yen Jepang juga turun 0,20 persen dan dolar Singapura anjlok 0,18 persen. Sedangkan mata uang won Korea menguat dengan 20 persen dan yuan China naik 0,07 persen.
Baca Juga: Rupiah Menguat Pagi Ini, Tapi Masih di Level Rp18.000
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0
-
Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026