Bisnis / Keuangan
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:23 WIB
Ilustrasi pembayaran digital. [Ist]
Baca 10 detik
  • Vero Indonesia dan Kadence International merilis survei pada Sabtu (1/8/2026) di Asia Tenggara.
  • Layanan perbankan serta pembayaran digital meraih skor kepercayaan tertinggi mencapai angka 81,7.
  • Sebanyak 42 persen responden Indonesia akan meninggalkan bank digital jika terjadi kebocoran data.

Suara.com - Di tengah pesatnya transformasi digital, kepercayaan konsumen kini menjadi aset paling berharga bagi industri perbankan dan layanan pembayaran digital.

Ketika transaksi keuangan semakin bergantung pada teknologi, satu insiden kebocoran data atau gangguan layanan dapat menggerus loyalitas nasabah dan menghambat pertumbuhan ekonomi digital yang selama ini berkembang pesat di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Temuan tersebut terungkap dalam Survei Southeast Asia Consumer Tech Trust Score yang dilakukan Vero Indonesia bersama Kadence International.

Hasil survei menunjukkan layanan perbankan digital dan pembayaran digital menjadi kategori teknologi dengan tingkat kepercayaan tertinggi di Asia Tenggara, dengan skor rata-rata 81,7.

Tingginya kepercayaan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi digital.

Namun, perusahaan tetap dituntut memperkuat keamanan siber, transparansi, dan perlindungan data pribadi agar kepercayaan masyarakat tidak luntur.

Strategist Vero Indonesia, Fuad Arrasyid, mengatakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital harus diimbangi dengan penguatan ekosistem digital, perluasan inklusi keuangan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang tetap mengutamakan keamanan dan akuntabilitas.

"Khususnya untuk Indonesia, terlihat jelas bahwa transparansi, rekam jejak yang teruji, dan penanganan insiden yang akuntabel sangat menentukan tingkat kepercayaan konsumen," kata Fuad dilansir dari laman Antara, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, komunikasi menjadi penting karena dapat menjembatani inovasi dan kepercayaan publik, sehingga harapan pada teknologi dapat menjadi kenyataan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Odoo Indonesia Ekspansi Kantor Baru, Perkuat Ekosistem Digital Hub di BSD City

Survei tersebut melibatkan 3.000 responden di enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Penelitian mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap 10 kategori teknologi, mulai dari perbankan daring, pembayaran digital, keamanan siber, kecerdasan buatan generatif (Generative AI), e-commerce, media sosial, hingga telekomunikasi.

Kebocoran Data Berpotensi Tinggalkan Nasabah

Meski tingkat kepercayaan terhadap layanan keuangan digital tergolong tinggi, survei juga mengungkap tingginya sensitivitas masyarakat terhadap insiden keamanan siber.

Sebanyak 42 persen responden Indonesia menyatakan akan berhenti menggunakan layanan perbankan digital apabila terjadi kebocoran data atau insiden serius.

Sementara itu, 25 persen responden mengaku akan meninggalkan layanan pembayaran digital jika menghadapi kasus serupa.

Load More