Tekno / Tekno
Selasa, 21 Juli 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi PayLater. [Pexel]
Baca 10 detik
  • PT Indodana Multi Finance memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp1,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk.
  • Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan layanan Indodana PayLater serta memperluas jangkauan akses pembiayaan digital ke berbagai wilayah di Indonesia.
  • Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan digital yang sehat, efisien, dan inklusif bagi masyarakat melalui tata kelola yang bertanggung jawab.

Suara.com - Transformasi layanan keuangan digital di Indonesia memasuki fase baru. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, aman, dan berbasis teknologi, perusahaan fintech dituntut tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga membangun ekosistem pembiayaan digital yang sehat dan berkelanjutan.

Menjawab tantangan itu, PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) memperoleh fasilitas pendanaan senilai Rp1,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat pengembangan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) melalui Indodana PayLater, sekaligus memperluas akses pembiayaan digital ke lebih banyak masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Utama PT Indodana Multi Finance, Mira Wibowo, mengatakan kolaborasi lanjutan dengan BCA menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk mempercepat inovasi sekaligus memperluas jangkauan layanan pembiayaan digital.

"Kami mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan yang sudah diberikan oleh Bank BCA dan akan kami optimalkan dalam memperkuat ekonomi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Mira Wibowo dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).

Pendanaan Perkuat Inovasi Platform Pembiayaan Digital

Pendanaan baru tersebut tidak hanya memperbesar kapasitas pembiayaan Indodana Finance, tetapi juga memperkuat pengembangan teknologi di balik layanan PayLater.

Dengan dukungan modal yang lebih besar, perusahaan dapat meningkatkan skalabilitas platform digital, memperluas kolaborasi dengan merchant online maupun offline, serta menghadirkan pengalaman pembiayaan yang lebih cepat dan efisien bagi pengguna.

Saat ini, layanan Indodana PayLater telah tersedia di lebih dari 180 kota dan kabupaten di Indonesia melalui jaringan mitra e-commerce, ritel modern, hingga merchant fisik.

Baca Juga: Rekrutmen hingga Prediksi Karyawan Resign Kini Otomatis Berkat AI HR

Perluasan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan digital secara lebih merata.

Di sisi lain, BCA menilai kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan akses layanan keuangan nasional.

SVP Kepala Kantor Cabang Korporasi BCA, Liliani Kurniawan, menegaskan bahwa pembiayaan digital harus diiringi dengan tata kelola yang bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Penyaluran pendanaan melalui digital platform seperti Indodana Finance menjadi salah satu cara yang bisa ditempuh untuk itu. Kami percaya, penyaluran pendanaan yang bertanggung jawab dari perusahaan terpercaya akan membawa dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi industri pembiayaan digital di Indonesia," jelas Liliani.

BNPL Masuk Fase Baru, Fokus pada Ekosistem Digital Berkelanjutan

Pertumbuhan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh kemudahan transaksi, tetapi juga oleh kemampuan platform dalam mengelola risiko, memanfaatkan teknologi analitik, dan memperluas akses pembiayaan secara inklusif.

Melalui dukungan pendanaan terbaru dari BCA, Indodana Finance menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan digital yang lebih berkelanjutan, sekaligus mempercepat adopsi layanan keuangan berbasis teknologi di berbagai wilayah Indonesia.

Pendanaan Indodana oleh BCA untuk kebutuhan ekspansi paylater. [Ist]

Kolaborasi antara sektor perbankan dan perusahaan fintech ini juga mencerminkan arah baru industri keuangan nasional, di mana inovasi digital, akses pembiayaan, dan inklusi keuangan menjadi tiga pilar utama dalam mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.

Load More