- IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan potensi penguatan terbatas pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Pergerakan pasar dibayangi sentimen geopolitik global serta penantian rilis indikator ekonomi nasional.
- BNI Sekuritas mencatat IHSG akhir pekan lalu menguat 0,8 persen meski terjadi aksi jual asing.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal bergerak bervariasi (mixed) dengan kecenderungan menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (3/8/2026).
Meskipun memiliki peluang melanjutkan tren positif, pergerakan pasar saham domestik diprediksi akan berlangsung terbatas akibat dibayangi oleh sentimen geopolitik global serta penantian rilis indikator ekonomi nasional.
Para pelaku pasar diproyeksikan bakal mencermati dinamika gejolak politik di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas, seraya memantau data inflasi dan Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia periode Juli 2026 yang dijadwalkan rilis oleh otoritas terkait.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa IHSG awal pekan ini memiliki ruang bergerak pada kisaran rentang support 6.170 dan resistance 6.295.
Berdasarkan pembacaan teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) mengindikasikan sinyal kenaikan, walaupun Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai menunjukkan grafik yang melandai.
"IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat dalam rentang level support 6.170 dan resistance 6.295 dengan indikator RSI bergerak naik, meski MACD menunjukkan tren yang melandai," ujar Oktavianus.
Dari ranah global, ketidakpastian kembali meningkat menyusul memanasnya eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran pascaklaim serangan terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menekan aset-aset berisiko, yang ditandai dengan naiknya imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun ke kisaran 4,74 persen.
Sementara dari dalam negeri, investor sedang mengantisipasi rilis data inflasi Juli 2026 yang diperkirakan berada di level 3,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), serta data PMI Manufaktur Indonesia yang diproyeksikan naik ke level 47 walau masih tertahan di area kontraksi.
Baca Juga: Meski IHSG Ambruk, Investor Asing Guyur Dana Rp9,16 T di Pasar Modal
"Kami melihat pasar akan merespons data tersebut dengan kecenderungan negatif," kata Oktavianus.
Perspektif senada disampaikan oleh Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Pihaknya menilai IHSG masih menyimpan potensi untuk bergerak menguat secara terbatas pada area support 6.180 dan resistance 6.268.
Menurut Herditya, fokus perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada publikasi laporan keuangan emiten kuartal II 2026, rilis neraca perdagangan, data inflasi, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang berpotensi terus menguat.
Di sisi lain, laporan analisis dari BNI Sekuritas mencatat IHSG pada penutupan pekan lalu berhasil menguat 0,8 persen meskipun diwarnai aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar kurang lebih Rp35 miliar.
Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguji area resistance kuat di kisaran 6.300 dengan batas support pada level 6.120–6.200. Namun, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi susulan apabila indeks belum mampu menembus angka psikologis 6.300 tersebut.
Berita Terkait
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
-
IHSG Masih Perkasa di Level 6.200, Saham TINS Diincar
-
IHSG Bergerak di Level 6.200 Pagi Ini, Saham TALF Terbang
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Suami
-
Soal Proyek LRT City, Iwan Aras Tegaskan ADCP Harus Tanggung Jawab Atas Konsumen
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang