Bisnis / Keuangan
Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:11 WIB
investor asing masih kabur dari pasar saham. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp250,58 miliar pada Jumat, 31 Juli 2026, di Bursa Efek Indonesia.
  • Indeks Harga Saham Gabungan meningkat 0,64 persen ke level 6.236,126 dan kapitalisasi pasar naik menjadi Rp10.923 triliun.
  • Rata-rata nilai, volume, serta frekuensi transaksi harian bursa mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode pekan sebelumnya.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing masih membawa kabur dananya dari pasar saham. Pada Jumat (31/7/2026), asing masih catatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp250,58 miliar. 

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Permadi Nurahmad mengatakan d
secara akumulatif sepanjang tahun 2026 atau year to date (ytd), investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp72,98 triliun.

"Pelaku pasar kini menantikan sejumlah katalis ekonomi dan kinerja emiten yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar pada pekan-pekan berikutnya," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

investor asing masih kabur dari pasar saham [Antara]

Namun, berbeda dengan kondisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan selama periode 27–31 Juli 2026. 

Hal ini diikuti kenaikan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), meski aktivitas transaksi harian mengalami perlambatan.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,64 persen dan ditutup di level 6.236,126 pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), dibandingkan posisi 6.196,430 pada pekan sebelumnya.

Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 0,48 persen menjadi Rp10.923 triliun, dari Rp10.870 triliun pada pekan sebelumnya.

"Sejalan dengan komitmen penguatan pasar modal, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia selama periode 27–31 Juli 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi. IHSG dan kapitalisasi pasar mencatatkan kenaikan, sementara rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi harian mengalami perubahan dibandingkan pekan sebelumnya," bebernya.

Di sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp15,44 triliun, atau turun 21,86 persen dibandingkan Rp19,76 triliun pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 31,23 persen menjadi 30,04 miliar lembar saham, dari sebelumnya 43,68 miliar lembar saham.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga melemah 31,88 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi, dibandingkan 2,67 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Load More