- Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp250,58 miliar pada Jumat, 31 Juli 2026, di Bursa Efek Indonesia.
- Indeks Harga Saham Gabungan meningkat 0,64 persen ke level 6.236,126 dan kapitalisasi pasar naik menjadi Rp10.923 triliun.
- Rata-rata nilai, volume, serta frekuensi transaksi harian bursa mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode pekan sebelumnya.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing masih membawa kabur dananya dari pasar saham. Pada Jumat (31/7/2026), asing masih catatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp250,58 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Permadi Nurahmad mengatakan d
secara akumulatif sepanjang tahun 2026 atau year to date (ytd), investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp72,98 triliun.
"Pelaku pasar kini menantikan sejumlah katalis ekonomi dan kinerja emiten yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar pada pekan-pekan berikutnya," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Namun, berbeda dengan kondisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan selama periode 27–31 Juli 2026.
Hal ini diikuti kenaikan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), meski aktivitas transaksi harian mengalami perlambatan.
Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,64 persen dan ditutup di level 6.236,126 pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), dibandingkan posisi 6.196,430 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 0,48 persen menjadi Rp10.923 triliun, dari Rp10.870 triliun pada pekan sebelumnya.
"Sejalan dengan komitmen penguatan pasar modal, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia selama periode 27–31 Juli 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi. IHSG dan kapitalisasi pasar mencatatkan kenaikan, sementara rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi harian mengalami perubahan dibandingkan pekan sebelumnya," bebernya.
Di sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp15,44 triliun, atau turun 21,86 persen dibandingkan Rp19,76 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 31,23 persen menjadi 30,04 miliar lembar saham, dari sebelumnya 43,68 miliar lembar saham.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga melemah 31,88 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi, dibandingkan 2,67 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan