Bisnis / Keuangan
Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB
Pekerja memantau grafik pergerakan saham-saham. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
Baca 10 detik
  • Investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp70,18 miliar pada perdagangan sesi pertama, Jumat, 31 Juli 2026.
  • Saham DMAS tercatat sebagai instrumen yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing berdasarkan volume pembelian bersih.
  • Saham BUMI menjadi sasaran utama aksi pelepasan terbesar oleh investor asing pada periode perdagangan tersebut.

Suara.com - Investor asing masih melakukan aksi jual bersih atau net sell pada perdagangan sesi I, Jumat, 31 Juli 2026. Meskipun, kinerja IHSG gemilang pada periode tersebut.

Berdasarkan data CGS International Sekuritas, investor asing membukukan pembelian (foreign buy) sebanyak 2.633,31 juta saham senilai Rp1.817,91 miliar.

Sementara itu, penjualan (foreign sell) mencapai 3.067,96 juta saham dengan nilai Rp1.888,09 miliar.

Dengan demikian, investor asing mencatatkan net sell sebanyak 434,65 juta saham atau setara Rp70,18 miliar pada perdagangan sesi pertama.

Deretan saham di papan perdagangan. Foto Rina-Suara.com

Di tengah aksi jual bersih tersebut, sejumlah saham masih menjadi incaran investor asing. Berdasarkan volume-nya, sahamnya yang paling banyak dikoleksi asing yaitu DMAS.

Berikut daftar Top Foreign Buy berdasarkan volume bersih:

  1. DMAS: 51,78 juta saham
  2. IATA: 50,08 juta saham
  3. INET: 38,49 juta saham
  4. PACK: 34,09 juta saham
  5. MDIA: 33,79 juta saham
  6. TINS: 28,93 juta saham
  7. COCO: 28,14 juta saham
  8. BBRI: 27,52 juta saham
  9. BACH: 20,96 juta saham
  10. WMUU: 20,79 juta saham

Di sisi lain, saham BUMI menjadi sasaran aksi jual investor asing terbesar pada sesi I,

Top Foreign Sell berdasarkan volume bersih:

  1. BUMI: 336,37 juta saham
  2. BIPI: 89,59 juta saham
  3. KOTA: 74,47 juta saham
  4. JGLE: 70,39 juta saham
  5. BNBR: 67,52 juta saham
  6. KPIG: 39,21 juta saham
  7. CUAN: 20,29 juta saham
  8. BULL: 19,99 juta saham
  9. DEWA: 19,84 juta saham
  10. BBCA: 17,78 juta saham

Baca Juga: IHSG Masih Perkasa di Level 6.200, Saham TINS Diincar

Load More