- Badan Pusat Statistik melaporkan nikel dan batu bara mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia pada Juni 2026.
- Deputi BPS Ateng Hartono menyampaikan kenaikan nilai ekspor tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Total nilai ekspor Indonesia mencapai 25,46 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas tumbuh menjadi 24,39 miliar dolar AS.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nikel beserta barang daripadanya dan bahan bakar mineral atau batu bara menjadi penggerak pertumbuhan ekspor nonmigas secara tahunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan lonjakan ekspor nonmigas terutama berasal dari kenaikan nilai ekspor nikel dan bahan bakar mineral.
"Kenaikan nilai ekspor Juni 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas, yaitu pada beberapa komoditas. Pertama, bahan bakar mineral atau HS 27, nilainya naik 49,67 persen. Demikian juga untuk volumenya, naik 15,34 persen," kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
"Yang kedua, nikel dan barang daripadanya, atau HS 75, nilainya naik 69,30 persen. Sedangkan volumenya justru mengalami penurunan sebesar 12,14 persen," lanjutnya menambahkan.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai 25,46 miliar dolar AS atau naik 8,84 persen dibandingkan Juni 2025. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas tumbuh 9,46 persen menjadi 24,39 miliar dolar AS, sedangkan ekspor migas turun 3,78 persen menjadi 1,07 miliar dolar AS.
Selain nikel dan bahan bakar mineral, komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15), termasuk produk sawit, juga mencatat kenaikan nilai ekspor sebesar 10,45 persen secara tahunan. Namun, volume ekspornya turun 7,09 persen.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, nikel, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta bahan bakar mineral masih menjadi tiga komoditas utama yang menopang pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia.
"Peningkatan ekspor nonmigas tersebut terutama pada nikel dan barang daripadanya, atau HS 75; lemak dan minyak hewan atau nabati, HS 15; dan juga bahan bakar mineral, atau HS 27," ungkap Ateng.
BPS juga mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS atau tumbuh 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang kenaikan ekspor nonmigas sebesar 4,90 persen menjadi 134,58 miliar dolar AS, sementara ekspor migas turun 10,19 persen.
Baca Juga: BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026
-
Tangan Dingin John Herdman, Sulap Thom Haye Jadi Pemain Serba Bisa Selama Piala AFF 2026
-
Calon Korban Krisis Selat Hormuz Sudah Terlihat, Negara Monarki Tertua Ini Terancam Resesi
-
Pembangunan Stadion Kendal Tornado FC Disiapkan, Jadi Tonggak Kemajuan Sepak Bola Daerah
-
Kepala BGN Bantah MBG Habiskan APBN: Strawman Fallacy dalam Membaca Kritik
-
DPR Ungkap Sejumlah Dampak Besar dari Pemisahan Dana Pendidikan dari Program MBG
-
Kevin Durant Sebut 76ers Kandidat Juara NBA 2027, Kehadiran LeBron James Bikin Ngeri
-
Indeks CFX10 Melambung Tinggi, Bitcoin dan Ethereum Kompak Naik
-
Viral, Mobil Operasional KDMP Digunakan ke Solo Paragon Mall
-
Toyota Perpanjang Masa Garansi Mobil hingga Enam Tahun di GIIAS 2026