- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan kenaikan imbal hasil SBN di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Konflik Iran dan Amerika Serikat sejak Februari 2026 memicu inflasi global serta kenaikan imbal hasil surat berharga.
- Investor asing tetap mencatatkan pembelian bersih di pasar surat berharga negara Indonesia sepanjang triwulan kedua tahun 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) beberapa waktu belakangan.
Menkeu Purbaya memaparkan kalau yield SBN seri benchmark 10 tahun meningkat 31 basis poin (bps) secara secara quarter-to-quarter (QtQ) menjadi 7,14 persen pada akhir triwulan II 2026.
Menurutnya, kenaikan ini terjadi karena adanya perang Iran vs Amerika Serikat yang terjadi sejak Februari 2026 lalu.
“Kenaikan yield dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global sehingga memicu risk-off investor di pasar SBN,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Sementara itu, investor non residen alias investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) di pasar SBN sebesar Rp 32,09 triliun selama triwulan II 2026, atau Rp6,99 triliun secara year-to-date.
Menkeu Purbaya menyebut, investor non residen masih mencatatkan net buy Rp 6,36 triliun secara month-to-date (MtD) atau Rp13,35 triliun secara year-to-date (YtD) per 30 Juni 2026.
“Dengan yield SBN 10 tahun naik 15 basis poin secara MTD atau 122 basis poin secara YTD menjadi 7,29 persen,” lanjutnya.
Lebih lanjut Purbaya menjelaskan, kenaikan yield obligasi Pemerintah juga dialami sejumlah negara berkembang karena ketidakpastian pasar keuangan global akibat konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Sejak awal tahun, yield obligasi 10 tahun naik 524 basis poin di Turki, 148 basis poin di Filipina, 106 basis poin di Brasil, 92 basis poin di Korea Selatan, 59 basis poin di Polandia, dan 55 basis poin di Afrika Selatan,” jelas Purbaya.
Baca Juga: Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
Tag
Berita Terkait
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
Purbaya Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Ada di Kisaran 5,6-6 Persen
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta
-
Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan
-
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna
-
Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir