- RI bidik perdagangan Thailand tembus US$20 miliar.
- Mendag: Hambatan dagang akan dihapus, ekspor digenjot.
- Target jangka panjang RI-Thailand capai US$30 miliar pada 2030.
Suara.com - Pemerintah Indonesia memasang target ambisius untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral dengan Thailand hingga menembus US$20 miliar, naik dari posisi saat ini sekitar US$17,7 miliar. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah akan memperbanyak pertemuan bilateral, menghapus berbagai hambatan perdagangan, hingga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kedua negara.
Komitmen itu mengemuka dalam Indonesia-Thailand Business Forum yang dihadiri Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan hubungan dagang Indonesia dan Thailand terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, pemerintah kini fokus mendorong nilai perdagangan agar segera menembus target baru.
"Hubungan perdagangan Indonesia dan Thailand total trade-nya selalu meningkat. Sekarang 17,7 miliar dolar AS dan target kita memang di atas 20 miliar dolar AS," kata Budi di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan memperbanyak pertemuan bilateral, termasuk melalui mekanisme Joint Trade Committee (JTC). Forum itu akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan yang selama ini mengganjal arus ekspor-impor kedua negara.
"Kita ingin bilateral meeting lebih banyak lagi untuk menghilangkan hambatan perdagangan antara kedua negara, bagaimana akses pasar masing-masing semakin mudah," ujarnya.
Selain membuka akses pasar, pemerintah juga akan meningkatkan volume ekspor sekaligus memperluas ragam produk Indonesia yang dipasarkan ke Thailand. Strategi diversifikasi dinilai penting agar hubungan dagang kedua negara semakin saling melengkapi.
"Kalau saling melengkapi berarti saling membutuhkan. Dari sisi volume yang sudah ada akan kita tingkatkan terus, kemudian kita juga akan diversifikasi produk," kata Budi.
Pembahasan mengenai peningkatan perdagangan juga akan kembali dilanjutkan dalam pertemuan ASEAN di Filipina, termasuk peluang memperbesar investasi antara Indonesia dan Thailand.
Baca Juga: RI Kejar Perjanjian Dagang dengan AS, Budi Santoso: Jangan Sampai Pasar Ekspor Hilang
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo mengungkapkan optimisme bahwa target perdagangan senilai US$20 miliar tidak hanya tercapai, tetapi juga berpotensi terlampaui.
"Saya mendapat informasi dari Yang Mulia Menteri Perdagangan Thailand bahwa kita akan segera mencapai target bersama sebesar 20 miliar dolar perdagangan. Mudah-mudahan kita akan melampauinya," ujar Hashim.
Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai ruang pertumbuhan perdagangan kedua negara masih sangat besar. Menurutnya, Indonesia dan Thailand merupakan dua kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN dengan populasi gabungan hampir 350 juta jiwa dan nilai ekonomi mendekati US$2 triliun.
Anindya bahkan mengungkapkan bahwa kedua pemimpin negara telah membahas target yang lebih besar lagi, yakni meningkatkan perdagangan bilateral hingga US$30 miliar pada 2030.
"Perdagangan di antara kita mencapai 17,5 miliar dolar AS, dan saya percaya kedua pemimpin sudah berbicara tentang mencapai 30 miliar dolar AS pada 2030," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite
-
RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok