Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto Yaumal-Suara.com
  • Bahlil tugaskan Lemigas kawal impor minyak mentah dan LPG nasional.
  • Lemigas diminta perketat uji kualitas migas serta benahi kinerja internal.
  • BPMA ditargetkan dongkrak lifting migas Andaman dan blok Aceh.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merombak jajaran pejabat tinggi di lingkungan Kementerian ESDM dengan memberikan mandat strategis kepada Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang baru. Lembaga tersebut kini tidak hanya bertugas menguji kualitas migas, tetapi juga mengawal pengadaan hingga impor minyak mentah dan LPG untuk kepentingan nasional.

Dalam pelantikan empat pejabat pimpinan tinggi di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (5/8/2026), Bahlil menunjuk Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala Lemigas. Ia menegaskan bahwa Lemigas kini mengemban mandat langsung dari Presiden untuk memastikan proses pengadaan migas berjalan efektif sekaligus menjamin keamanan pasokan energi nasional.

"Saudara Ikhsan sebagai Kepala Lemigas, kita tahu bersama bahwa Lemigas mendapat mandat atas arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengadaan migas, crude maupun LPG, demi kepentingan nasional," ujar Bahlil.

Selain mengawal proses impor, Bahlil meminta Lemigas memperketat pengujian kualitas minyak dan gas yang masuk ke Indonesia. Ia juga menginstruksikan konsolidasi internal agar produktivitas lembaga meningkat seiring bertambahnya tanggung jawab strategis tersebut.

Tak hanya Lemigas, Bahlil juga melantik Lana Saria sebagai Kepala Badan Geologi. Kepada pejabat baru itu, ia menekankan pentingnya penyediaan data geologi yang akurat sebagai fondasi pengembangan sektor mineral, batu bara, dan migas nasional.

Sementara itu, Tirta Nugraha Mursitama dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan. Bahlil meminta Tirta memperkuat kajian mengenai dampak berbagai kebijakan ESDM terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Di sektor hulu migas, Bahlil menunjuk Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Ia menargetkan percepatan peningkatan produksi minyak dan gas, terutama di Wilayah Kerja Andaman, serta optimalisasi blok-blok migas yang berada di Aceh.

"BPMA ini seperti SKK Migas untuk Aceh. Karena Aceh merupakan daerah otonomi khusus, kita berikan perlakuan khusus. Arahan saya, tingkatkan lifting di Andaman dan naikkan semua sumber dari blok-blok minyak yang ada di wilayah Aceh," kata Bahlil.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com