Bisnis / Energi
Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB
Kota Teheran (shutterstock)
Baca 10 detik
  • Qatar melaporkan kemajuan signifikan dalam upaya mediasi konflik AS-Iran untuk membuka Selat Hormuz pada hari Selasa.
  • Harga minyak Brent anjlok lebih dari empat persen akibat harapan pemulihan jalur laut Selat Hormuz.
  • Pejabat tinggi AS optimis kesepakatan tercapai segera, sementara Iran membantah adanya perundingan langsung dengan Washington.

Suara.com - Upaya mediasi untuk mengakhiri konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai menemui titik terang. Pada Selasa kemarin, Qatar menyatakan bahwa para mediator telah mencatat kemajuan signifikan.

Kabar diplomasi ini langsung meredakan kepanikan pasar energi dan mendorong penurunan harga minyak dunia, meskipun Teheran secara tegas membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa perundingan sedang berlangsung.

Harga patokan minyak mentah Brent anjlok lebih dari 4 persen menyusul pernyataan dari Qatar. Penurunan ini memperpanjang tren kerugian tajam sejak Senin, yang didorong oleh harapan bahwa kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas laut di Selat Hormuz yang diblokade dapat segera tercapai.

Meski demikian, hingga saat ini Selat Hormuz masih lumpuh total. Sebuah kapal niaga bahkan dilaporkan kembali mendapat serangan saat mencoba melintasi jalur perairan krusial tersebut.

Pada hari Senin, Presiden Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran telah dimulai, dan ini merupakan "kesempatan terakhir" bagi Iran untuk mencapai kesepakatan damai.

Pernyataan Trump ini menyusul keputusannya pada akhir pekan lalu untuk membatalkan rencana "serangan masif" ke Iran. Hal ini memperpanjang pola yang sering ditunjukkan Trump: mengancam akan melancarkan aksi militer besar-besaran sebelum akhirnya mundur dan beralih menyoroti jalur diplomasi.

Klaim Washington tersebut langsung dibantah oleh para pejabat Iran. Mereka bersikeras bahwa tidak ada negosiasi apa pun dengan pihak Amerika Serikat.

Menurut Teheran, satu-satunya pembicaraan yang sedang mereka jalankan saat ini adalah dengan Oman terkait status Selat Hormuz, dan tidak ada agenda pertemuan besar pada minggu ini.

Meski demikian, Reuters melaporkan, para pejabat senior AS tetap menunjukkan nada optimis pada hari Selasa. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sama-sama menyoroti adanya progres dalam diskusi pembukaan kembali Selat Hormuz—koridor strategis yang biasanya mengangkut sekitar 20 persen dari total pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Baca Juga: Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama

"Telah ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut, tetapi belum mencapai hasil akhir. Kami berharap hal itu akan terjadi dalam waktu yang sangat singkat," ujar Marco Rubio kepada wartawan di Departemen Luar Negeri AS.

Senada dengan Rubio, Scott Bessent bahkan memperkirakan bahwa kesepakatan dengan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz bisa dicapai secepatnya pada hari Selasa atau Rabu.

Load More