- Chatib Basri disebut kandidat kuat Gubernur pertama PFII.
- Menkeu Purbaya mengaku belum mengetahui isu tersebut.
- Gubernur PFII akan ditunjuk langsung oleh Presiden.
Suara.com - Nama mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mencuat sebagai kandidat terkuat untuk menjadi Gubernur pertama Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang berada di Pulau Bali. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui kabar tersebut.
"Oh saya enggak tahu itu," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah beredarnya informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah mempertimbangkan ekonom senior yang akrab disapa Mas Dede tersebut untuk memimpin PFII, lembaga baru yang diproyeksikan menjadi pusat keuangan internasional Indonesia.
Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut nama Chatib menjadi salah satu kandidat yang diusulkan untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
"Salah satu nama yang diusulkan adalah Chatib Basri menjadi Gubernur PFII," ujar sumber kepada Suara.com, Rabu (5/8/2026).
Hingga berita ini ditulis, Chatib Basri belum memberikan tanggapan atas kabar tersebut meski telah dihubungi melalui pesan singkat.
Spekulasi mengenai calon Gubernur PFII menguat setelah DPR resmi mengesahkan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII) pada 21 Juli 2026. Dalam beleid tersebut, gubernur PFII ditunjuk langsung oleh Presiden tanpa melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Posisi ini dinilai sangat strategis karena akan menjadi motor pengembangan pusat keuangan internasional yang ditargetkan mampu menarik investasi global dan memperluas akses pembiayaan bagi Indonesia.
PFII dirancang menjadi ekosistem layanan keuangan yang mencakup sektor perbankan, pasar modal, asuransi, keuangan syariah, family office, perdagangan karbon, bullion, hingga transaksi valuta asing dan derivatif. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi lembaga arbitrase serta pengadilan khusus untuk menyelesaikan sengketa bisnis internasional.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pembentukan PFII merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan nasional. Menurutnya, Indonesia memerlukan pusat keuangan bertaraf internasional yang mampu bersaing dengan financial center global, tanpa menggantikan sistem keuangan domestik yang telah berjalan.
Meski isu penunjukan Chatib Basri terus bergulir, pemerintah hingga kini belum mengumumkan secara resmi siapa sosok yang akan dipercaya menjadi Gubernur pertama PFII.