Rincian Bunga Deposito BRI dan BNI Terbaru Tahun 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:59 WIB
Ilustrasi bunga deposito bank - cara menghitung bunga deposito (Unplash)
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps pada Juni lalu akibat lonjakan harga minyak global.
  • BRI dan BNI belum menaikkan suku bunga deposito mereka per Agustus 2026 di tengah pengetatan likuiditas perbankan.
  • Lembaga Penjamin Simpanan menaikkan tingkat bunga penjaminan menjadi 3,75 persen guna memberikan rasa aman bagi para deposan.

Suara.com - Deposito perbankan masih menjadi primadona bagi masyarakat yang mencari instrumen investasi minim risiko dengan kepastian keuntungan. 

Di tingkat domestik, dinamika ekonomi juga terpukul oleh lonjakan harga minyak global akibat kandasnya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik tersebut memicu pelemahan nilai tukar Rupiah serta melonjaknya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).

Merespon tekanan ini, pada bulan Juni lalu, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). Kebijakan ekstrem ini secara langsung memperketat ruang likuiditas perbankan di tanah air.

Keamanan Dana dan Sikap Bank Himbara

Meski BI telah mengambil langkah drastis, pemantauan pada situs resmi perbankan hingga Senin (2/8/2026) menunjukkan bahwa bank-bank BUMN, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), belum melakukan penyesuaian. Kedua bank pelat merah tersebut terpantau masih menahan suku bunga deposito di level yang sama seperti periode sebelumnya.

Selain kebal terhadap gejolak pasar, keunggulan deposito saat ini semakin kuat dengan adanya perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Tingkat bunga penjaminan LPS kini telah dinaikkan menjadi 3,75%, dari yang sebelumnya berada di angka 3,50%, sehingga memberikan rasa aman ekstra bagi para deposan.

Berikut adalah rincian penawaran suku bunga deposito dari BRI dan BNI per Agustus 2026:

1. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRI menawarkan fleksibilitas dalam pembukaan deposito. Nasabah yang menggunakan layanan perbankan digital (internet) cukup menyiapkan setoran awal mulai dari Rp1 juta. Sementara itu, pembukaan melalui kantor cabang fisik membutuhkan penempatan awal minimal Rp10 juta.

Tawaran imbal hasil deposito BRI saat ini sangat kompetitif, terutama untuk penempatan jangka pendek:

Tenor 1 bulan: 3,25% (besaran bervariasi bergantung pada nominal dana).
Tenor 3 bulan: 3,50% (merupakan penawaran imbal hasil tertinggi).
Tenor 6, 12, 24, hingga 36 bulan: Dipatok stabil di level 3,00%.

2. Bank Negara Indonesia (BNI)

Bagi masyarakat yang ingin membuka deposito di BNI, modal minimum yang disyaratkan tergolong cukup ramah di kantong, yakni mulai dari Rp5 juta.

Uniknya, BNI menerapkan kebijakan suku bunga yang seragam atau flat untuk seluruh kategori nominal simpanan nasabah, dengan rincian sebagai berikut:

Tenor 1 bulan: 2,25%
Tenor 3 bulan: 2,50%
Tenor 6 bulan: 2,75% (imbal hasil maksimal di BNI).
Tenor 12 dan 24 bulan: Suku bunga kembali ke angka 2,50%.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com