8 Gejala Kampas Rem Mobil Habis, Segera Ganti untuk Mencegah Kecelakaan

Senin, 21 September 2026 | 11:24 WIB
Ilustrasi rem mobil. [Freepik]
BACA 10 DETIK
  • Munculnya bunyi decitan menjadi tanda awal kampas rem mobil aus.
  • Membiarkan kampas rem mobil tipis berisiko memicu kecelakaan dan rem blong.
  • Lakukan penggantian kampas rem mobil secara berkala di bengkel resmi.

Suara.com - Kampas rem menjadi salah satu komponen yang paling menentukan keselamatan berkendara sebab bagian ini bekerja dengan cara bergesekan langsung setiap kali pedal rem diinjak.

Semakin sering digunakan, ketebalann kampas rem mobil pun semakin berkurang. Kemampuan pengeremannya juga makin menurun.

Kecepatan proses keausan ini dipengaruhi banyak hal, mulai dari gaya berkendara, beban yang dibawa, kondisi jalan yang dilalui, hingga kebiasaan mengerem secara tiba-tiba.

Gejala yang Menandakan Kampas Rem Sudah Aus

Diarangkum Suara.com dari situs resmi Daihatsu Indonesia, berikut ini ada beberpa gejala yang menandakan kampas rem mobil sudah waktunya ganti.

  1. Muncul Suara Decitan atau Gesekan Kasar: Bunyi ini biasanya timbul saat pengereman dan menandakan pelat logam pada kampas sudah bergesekan langsung dengan cakram.
  2. Pedal Rem Perlu Diinjak Lebih Dalam: Ketebalan kampas yang berkurang membuat piston harus menempuh jarak lebih jauh sebelum berhasil menjepit cakram atau menekan tromol.
  3. Timbul Getaran di Pedal atau Setir: Permukaan kampas yang aus dan tidak rata membuat cengkeraman terhadap cakram tidak lagi sempurna, sehingga muncul getaran saat direm.
  4. Daya Pengereman Terasa Melemah: Cengkeraman yang berkurang membuat jarak berhenti kendaraan menjadi lebih jauh dari biasanya.
  5. Minyak Rem di Reservoir Cepat Berkurang: Meski tidak ada kebocoran, volume minyak rem bisa turun drastis karena piston bergerak lebih jauh akibat kampas yang menipis.
  6. Tercium Aroma Gosong: Bau menyengat ini muncul dari gesekan berlebihan antara kampas tipis dan cakram atau tromol, apalagi jika sering direm berulang saat melewati turunan panjang atau kemacetan.
  7. Velg Cepat Kotor oleh Debu Hitam: Serbuk hasil gesekan kampas yang sudah menipis akan lebih banyak menempel di bagian dalam velg.
  8. Lampu Indikator di Dashboard Menyala: Mobil keluaran baru umumnya dilengkapi sensor keausan yang otomatis memicu peringatan pada panel instrumen.
Mekanik tengah memeriksa rem mobil. Sebagai ilustrasi komponen rem pada kendaraan roda empat [Envato Elements/serhiibobyk].

Risiko Jika Kampas Rem Dibiarkan Terus Habis

  • Cakram atau tromol berpotensi baret dan rusak permanen akibat tergores pelat logam kampas.
  • Jarak pengereman semakin panjang sehingga memperbesar peluang terjadinya kecelakaan.
  • Sistem rem lebih rentan mengalami overheating.
  • Potensi rem blong menjadi lebih besar.

Kapan Sebaiknya Kampas Rem Diganti?

Untuk pemakaian harian di area perkotaan, penggantian kampas rem umumnya disarankan pada kisaran jarak tempuh 20.000 sampai 40.000 km.

Meski begitu, patokan ini bisa berubah tergantung jenis kendaraan dan pola berkendara masing-masing pemilik.

Supaya lebih pasti, sebaiknya lakukan pengecekan ketebalan kampas rem mobil secara rutin di bengkel resmi.

Cara Menjaga Kampas Rem Tetap Awet

  • Hindari kebiasaan mengerem secara mendadak.
  • Manfaatkan engine brake ketika melintasi jalan menurun.
  • Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
  • Periksa kondisi dan volume minyak rem secara berkala.
  • Lakukan servis rutin di bengkel resmi agar potensi kerusakan bisa terdeteksi lebih awal.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com