- PT Sharp Electronics Indonesia memperkuat dominasi pasar di luar Pulau Jawa untuk menghadapi ekspansi merek asal China.
- Sharp mengandalkan tingkat komponen dalam negeri sebesar 56 hingga 70 persen demi menjaga stabilitas pasokan produk.
- Perusahaan merangkul para teknisi lapangan dan memperluas ekspansi ke segmen premium serta komersial secara agresif.
Suara.com - Pasar AC Indonesia tengah menjadi "medan perang" yang sangat panas. Dengan proyeksi permintaan mencapai 4 juta unit hingga tahun 2026, brand-brand asal China melancarkan invasi besar-besaran.
Namun, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) tidak tinggal diam. Bermodalkan "darah lokal" dan jaringan yang mengakar selama 56 tahun, Sharp menyiapkan strategi pertahanan berlapis.
National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, menegaskan bahwa keunggulan teknologi saja tidak cukup untuk memenangkan hati konsumen Indonesia.
Berikut adalah strategi tajam Sharp dalam menghadapi kepungan kompetitor China:
1. Mengunci Pasar Luar Jawa: Kelemahan Brand China
Di saat brand China mendominasi kota-kota besar di Pulau Jawa, Sharp justru memperkuat dominasi di wilayah pelosok. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, logistik dan rantai pasokan menjadi penentu kemenangan.
"Brand China mungkin kuat di Jawa, tapi mereka belum punya cabang atau service center yang mature di daerah. Kita sudah 56 tahun di sini, jaringan servis kita sudah sangat kuat," ujar Andry di sela-sela peluncuran Airest di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Sharp mengandalkan ekosistem purnajual yang tidak bisa dibangun secara instan oleh pemain baru.
2. Merangkul "Key Opinion Leader" Lapangan
Baca Juga: Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat
Sharp menyadari bahwa keputusan pembelian AC sering kali dipengaruhi oleh rekomendasi teknisi.
Alih-alih hanya jor-joran iklan di media sosial, Sharp melakukan strategi "jemput bola" dengan merangkul para teknisi AC melalui program installer gathering secara agresif di seluruh Indonesia.
Strategi ini dianggap lebih efektif dalam mengunci loyalitas di tingkat akar rumput.
3. Senjata TKDN: Kebal Aturan Impor
Saat kompetitor mulai terengah-engah menghadapi pengetatan regulasi SNI (Standardisasi Nasional Indonesia) per 24 Juli lalu, Sharp justru melenggang kencang. Rahasianya terletak pada kemandirian produksi.
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) AC Sharp saat ini telah mencapai angka 56 persen hingga 70 persen.
Berita Terkait
-
Sering Tertukar, Ini Perbedaan Air Cooler vs AC Portable: Mana yang Paling Dingin?
-
Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal
-
Sharp Target Penjualan Naik 20% Lewat Promo Spektakuler di Jakarta Fair 2026
-
Tak Perlu Bongkar Dinding! Ini 4 AC Portable 1 PK Review Terbaik yang Dinginnya Semriwing
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC
-
Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng
-
Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
-
Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu
-
Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912
-
7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam
-
Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar