Ratusan Mahasiswa Adu Gagasan Hijau, Inovasi Baterai EV Keluar sebagai Juara

Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:00 WIB
TBS Foundation resmi mengumumkan para pemenang Greenovate 2026 pada Malam Grand Final yang diselenggarakan di Jakarta. [dok.pribadi]
  • Greenovate 2026 diikuti lebih dari 400 mahasiswa dengan 150+ ide bisnis berkelanjutan. [1]
  • Tim The Triple A dari ITB menjadi juara 1 lewat inovasi pemanfaatan baterai bekas kendaraan listrik. [4]
  • Kompetisi mendorong inovasi hijau, ekonomi sirkular, dan talenta muda untuk menghadirkan solusi berkelanjutan.

Ada pun Juara 3 diraih oleh Powerhart dari Universitas Gadjah Mada melalui inovasi material elektroda superkapasitor berbahan tandan kosong kelapa sawit.

Selain itu, penghargaan Best Innovative Idea diberikan kepada Helio East dari Universitas Cenderawasih, sementara Best Teamwork diraih oleh Puruno dari Universitas Tanjungpura.

Selain trofi, medali dan sertifikat, para pemenang memperoleh hadiah dengan total 65 juta rupiah, yang terdiri atas 30 juta rupiah untuk Juara 1, 20 juta rupiah untuk Juara 2, dan 15 juta rupiah untuk Juara 3.

“Kami sangat bangga dapat menjadi Juara 1 Greenovate 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi pemanfaatan second-life EV battery agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi pada transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ungkap tim Triple A dari ITB yang menjadi juara 1.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Gita Sjahrir, Managing Director for Investor Relations TBS; Iwan Syahril, Member of the Board of Supervisors TBS Foundation; serta Roderick Purwana, Managing Partner East Ventures.

Dewan juri menilai inovasi para finalis berdasarkan aspek kebaruan, kelayakan model bisnis, potensi implementasi, serta dampak sosial dan lingkungan.

"Greenovate Competition 2026 menunjukkan antusiasme dan ketajaman berpikir generasi muda dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi. Para finalis tidak hanya menghadirkan gagasan yang inovatif, tetapi juga mulai memikirkan bagaimana solusi tersebut dapat dikembangkan dan memiliki nilai komersial," kata Roderick Purwana, Managing Partner East Ventures.

"Ke depan, dukungan ekosistem—mulai dari infrastruktur, pendampingan, hingga investasi yang tepat—akan menjadi kunci agar inovasi-inovasi ini dapat diuji, disempurnakan, dan dibawa ke pasar. Kami percaya talenta muda Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau yang kompetitif dan berkelanjutan," sambungnya.

Di sisi lain, Greenovate turut mendorong partisipasi perempuan dalam pengembangan solusi keberlanjutan di bidang STEM.

Seluruh tim finalis memiliki keterwakilan perempuan dengan total 15 finalis perempuan dari total 24 finalis, sementara proses pembinaan didukung oleh delapan mentor dari berbagai bidang, dengan enam di antaranya merupakan perempuan yang berpengalaman di sektor energi, keberlanjutan, bisnis, dan teknologi.

Pendekatan ini mencerminkan keyakinan TBS Foundation bahwa keberagaman perspektif dan kepemimpinan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem talenta hijau Indonesia.

"Kami berharap Greenovate menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang bagi para inovator muda Indonesia. Ketika talenta, dunia akademik, industri, dan berbagai mitra dapat saling terhubung, peluang lahirnya solusi yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan akan semakin besar," tandas Juli.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com